Usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Prinsip inilah yang tercermin dari sosok Alyas, lulusan Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), yang menjadi salah satu lulusan tertua pada wisuda periode Oktober 2026, Sabtu (24/10/2026).

Lahir di Talang Randai pada 23 Maret 1976, Alyas menyelesaikan pendidikan tingginya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,28. Pencapaiannya menjadi gambaran bahwa semangat menuntut ilmu dapat terus tumbuh di tengah perjalanan hidup yang penuh tantangan dan tanggung jawab.

Bagi Alyas, keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan sekadar memperoleh gelar akademik, melainkan juga membuktikan bahwa proses belajar merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan konsistensi.

Prinsip tersebut tergambar dalam motto hidup yang dipegangnya. “Hari ini aku lebih baik dari kemarin, karena aku percaya pada prosesnya. Aku jalani hidup dengan tujuan, dan tetap konsisten—karena di sanalah kunci kesuksesan berada.”

Motto itu menjadi pengingat bagi Alyas untuk terus memperbaiki diri dan menjalani setiap tahapan kehidupan dengan tujuan yang jelas. Baginya, keberhasilan tidak selalu harus diraih dalam waktu singkat, tetapi melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Semangat belajar tersebut juga tercermin dalam karya ilmiahnya yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving Berbasis Media Leaflet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.” Melalui penelitian ini, Alyas mengangkat penerapan model pembelajaran pemecahan masalah yang dipadukan dengan media leaflet sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.

Pemilihan topik tersebut menunjukkan perhatian terhadap pengembangan proses pembelajaran yang lebih efektif. Model problem solving mendorong siswa untuk berpikir kritis, mengidentifikasi persoalan, dan menemukan solusi, sedangkan media leaflet dapat membantu menyajikan informasi pembelajaran secara ringkas dan terstruktur.

Selain mengandalkan konsistensi, Alyas juga memiliki kiat belajar yang sederhana tetapi relevan bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan akademiknya. Ia menekankan pentingnya membuat jadwal belajar, memahami materi alih-alih sekadar menghafal, menghilangkan distraksi, serta mengajarkan kembali materi yang telah dipelajari.

“Buat jadwal dan konsisten, pahami bukan sekadar menghafal, hilangkan distraksi, lalu ajarkan kembali apa yang telah kamu pelajari,” demikian kiat belajar yang dipegangnya.

Cara belajar tersebut menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu belajar, tetapi juga oleh kedisiplinan, pemahaman, dan kemampuan mengolah kembali informasi yang diperoleh.

Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, perjalanan Alyas hingga menyandang gelar sarjana menjadi bagian dari ikhtiarnya dalam mengembangkan diri melalui pendidikan. Kehadirannya sebagai lulusan dalam wisuda UMB periode Oktober 2026 membawa pesan bahwa kesempatan untuk belajar dan bertumbuh tetap terbuka, tanpa harus dibatasi oleh usia.

Kisah Alyas sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda maupun masyarakat luas bahwa pendidikan merupakan investasi sepanjang hayat. Selama ada kemauan untuk belajar, tujuan yang ingin dicapai, dan kesediaan menjalani proses secara konsisten, setiap orang memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar Alyas, melainkan salah satu pencapaian penting dalam perjalanan hidupnya. Semangatnya menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, menambah pengetahuan, dan mewujudkan cita-cita melalui pendidikan

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?