Prestasi akademik yang diraih Maisara Hanifah menjadi salah satu kebanggaan dalam Wisuda Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) Periode Oktober 2026. Lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI) ini berhasil meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86.
Lahir di Bengkulu pada 21 Desember 2000, Maisara merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Pencapaiannya menjadi bukti bahwa kesungguhan dalam menempuh pendidikan dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap persoalan sosial dan pendidikan di masyarakat.
Hal tersebut tercermin dalam skripsinya yang berjudul “Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Anak Marginal di Rumah Singgah Al-Ma’un Kota Bengkulu.” Melalui penelitian ini, Maisara mengangkat perhatian pada pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak marginal, kelompok yang membutuhkan perhatian dan pendampingan agar memperoleh kesempatan belajar agama secara lebih baik.
Pilihan topik tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan keislaman, tetapi juga menyangkut upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan. Bagi Maisara, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Prestasi yang Berangkat dari Proses dan Dukungan Banyak Pihak
Maisara mengungkapkan rasa syukur dan haru atas pencapaian yang diraihnya. Baginya, predikat lulusan terbaik bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan juga pengingat bahwa setiap proses, doa, dan usaha memiliki makna tersendiri.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan terharu atas pencapaian ini. Menjadi lulusan terbaik merupakan sebuah kehormatan sekaligus pengingat bahwa setiap proses, doa, dan usaha yang dijalani memiliki maknanya tersendiri,” ungkap Maisara.
Ia menyadari bahwa keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil usaha pribadi. Doa orang tua, dukungan keluarga, bimbingan dosen, serta kebaikan banyak orang yang mendampingi perjalanan akademiknya turut menjadi bagian penting dari pencapaian itu.
Karena itu, Maisara memandang keberhasilan sebagai hasil dari proses panjang yang perlu disyukuri, sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang. Ia berharap prestasi yang diraihnya tidak menjadi akhir perjalanan, tetapi justru menjadi awal untuk mengamalkan ilmu dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Semoga pencapaian ini bukan menjadi akhir dari proses belajar, tetapi menjadi awal untuk terus bertumbuh, mengamalkan ilmu, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Belajar Bukan Hanya Mengejar Nilai
Berbagi pengalaman tentang cara belajar, Maisara menekankan pentingnya mengenali metode belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan diri sendiri. Menurutnya, konsistensi, keberanian bertanya, dan kemauan mencoba hal-hal baru merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan belajar yang baik.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan akademik seharusnya tidak hanya diukur melalui nilai atau capaian formal, tetapi juga melalui kemampuan memahami ilmu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi saya, belajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga tentang memahami ilmu dan bagaimana ilmu tersebut dapat diamalkan serta memberi manfaat bagi orang lain. Nikmati prosesnya, karena setiap usaha memiliki pelajaran berharga,” pesannya.
Pandangan tersebut sejalan dengan motto hidup yang dipegangnya, yakni, “Teruslah belajar, bertumbuh, dan memberi manfaat. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.”
Motto itu menjadi prinsip yang ingin terus dibawanya setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Ia berharap ilmu yang telah diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, melainkan dapat diwujudkan dalam tindakan dan pengabdian yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Berharap UMB Terus Melahirkan Generasi Berkemajuan
Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Maisara menyampaikan harapan agar almamaternya terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul dan berkemajuan, khususnya Fakultas Agama Islam.
Ia berharap UMB mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi bagi umat serta bangsa.
“Semoga Universitas Muhammadiyah Bengkulu, khususnya Fakultas Agama Islam, terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Maisara juga mendoakan agar seluruh dosen dan civitas akademika UMB senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan amanah pendidikan.
Baginya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari prestasi akademik para lulusannya, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan para alumni kepada masyarakat.
Pencapaian Maisara Hanifah sebagai lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Agama Islam UMB pada Wisuda Oktober 2026 menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat belajar, kepedulian sosial, dan pengabdian. Melalui ilmu yang dimiliki, ia berharap dapat ikut mengambil bagian dalam menghadirkan pendidikan agama yang lebih bermakna, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kesempatan untuk berkembang.

