Perjuangan, konsistensi, dan ketekunan mengantarkan Carselio Ardianto, lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), meraih predikat Lulusan Terbaik II Program Sarjana pada Wisuda Periode Oktober 2026. Pemuda kelahiran Permu, 7 Juli 2004, ini berhasil menorehkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Carselio membuktikan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa perkuliahan.
Pencapaian tersebut menjadi momen yang penuh haru dan rasa syukur bagi Carselio. Ia mengaku tidak pernah menyangka perjalanan panjang yang dilalui dengan berbagai perjuangan akhirnya membawanya menjadi salah satu lulusan terbaik di tingkat universitas.
“Tidak pernah menyangka, perjalanan yang penuh perjuangan ini akhirnya membawa saya menjadi lulusan terbaik ke-2 se-Universitas Muhammadiyah Bengkulu,” ungkapnya.
Di balik prestasi tersebut, Carselio menyebut ada banyak proses yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Mulai dari malam-malam yang dihabiskan untuk belajar, rasa lelah, hingga keinginan untuk menyerah yang harus dilawan demi menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik.
Baginya, keberhasilan ini bukan semata-mata hasil kemampuan pribadi. Doa dan dukungan orang tua, bimbingan dosen, serta kepercayaan dari orang-orang terkasih menjadi bagian penting yang menguatkannya hingga mencapai titik tersebut.
Carselio memegang teguh motto hidup, “Setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten akan mengantarkan pada pencapaian yang besar.”
Prinsip itu menjadi pengingat bahwa prestasi besar tidak selalu lahir dari langkah yang luar biasa dalam satu waktu, melainkan dari usaha-usaha kecil yang dilakukan secara berulang, disiplin, dan berkesinambungan.
Membiasakan Diri untuk Terus Belajar
Salah satu kebiasaan yang diterapkan Carselio selama menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Keperawatan UMB adalah membaca materi perkuliahan secara berulang, kemudian menuliskan kembali apa yang telah dipelajari.
Ia menjelaskan bahwa metode tersebut membantunya mengingat materi dengan lebih baik sekaligus mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap topik yang sedang dipelajari.
“Cara belajar saya cukup sederhana, yaitu membaca materi sebanyak tiga kali, kemudian menuliskan kembali apa yang sudah saya baca agar lebih mudah diingat,” jelasnya.
Carselio juga meyakini bahwa membangun kebiasaan belajar membutuhkan kemauan untuk memulai, bahkan ketika motivasi belum muncul. Menurutnya, seseorang tidak harus selalu menunggu suasana hati yang tepat untuk membuka buku dan mempelajari materi kuliah.
“Belajar itu terkadang memang harus dipaksakan terlebih dahulu sampai akhirnya menjadi kebiasaan dan muncul kemauan untuk terus belajar. Saya juga lebih suka belajar pada tengah malam karena suasananya lebih tenang dan membantu saya berkonsentrasi,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga rutinitas belajar. Baginya, kunci utama bukan sekadar menemukan waktu atau suasana yang ideal, tetapi berani memulai dan menjadikan belajar sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Intinya, jangan menunggu mood untuk belajar, tetapi mulailah belajar agar terbiasa,” tambahnya.
Pengalaman Carselio ini menjadi pesan bagi mahasiswa bahwa keberhasilan akademik dapat dibangun melalui strategi belajar sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mengenali metode belajar yang sesuai, mengulang materi, dan melatih diri untuk tetap disiplin merupakan langkah yang dapat membantu mahasiswa mencapai hasil optimal.
Angkat Isu Hipertensi pada Usia Produktif
Selain mencatatkan prestasi akademik, Carselio juga mengangkat persoalan kesehatan masyarakat melalui penelitian skripsinya yang berjudul “Studi Fenomenologi: Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Makanan terhadap Kekambuhan Hipertensi pada Usia Produktif di Puskesmas Muara Bangkahulu.”
Penelitian tersebut berfokus pada pengalaman dan fenomena yang berkaitan dengan kebiasaan merokok serta konsumsi makanan dalam konteks kekambuhan hipertensi pada kelompok usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu.
Topik ini relevan dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, terutama dalam mengelola risiko dan mencegah kekambuhan penyakit hipertensi. Kebiasaan merokok dan pola konsumsi makanan merupakan aspek perilaku kesehatan yang perlu mendapat perhatian dalam edukasi dan upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Melalui penelitian tersebut, Carselio menunjukkan ketertarikannya pada persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian mengenai hipertensi pada usia produktif juga mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan, perubahan perilaku, dan pendampingan yang berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan.
Pengalaman melakukan penelitian menjadi bagian dari proses akademiknya sebagai calon tenaga profesional di bidang keperawatan. Ilmu yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan tidak hanya menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga dapat diterapkan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Prestasi Bukan Akhir dari Perjalanan
Bagi Carselio, predikat Lulusan Terbaik II bukanlah garis akhir dari perjuangannya. Sebaliknya, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh memiliki nilai dan tidak pernah sia-sia.
Ia mengaku bangga kepada dirinya sendiri karena mampu bertahan, terus berjuang, dan menyelesaikan perjalanan pendidikan dengan hasil yang membanggakan. Rasa syukur juga menjadi bagian penting dari refleksinya atas pencapaian tersebut.
“Menjadi yang terbaik ke-2 bukan berarti perjalanan saya berhenti di sini. Justru, ini menjadi pengingat bahwa usaha yang sungguh-sungguh tidak pernah sia-sia. Saya bangga pada diri sendiri karena sudah bertahan, berjuang, dan menyelesaikan perjalanan ini dengan hasil yang luar biasa,” ungkapnya.
Carselio juga menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, kedua orang tua yang senantiasa mendoakan, dosen pembimbing yang memberikan arahan, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya.
Baginya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukan hanya tentang meraih gelar atau memperoleh predikat terbaik, tetapi juga tentang kemampuan untuk melewati berbagai kesulitan tanpa kehilangan semangat untuk terus melangkah.
Berharap UMB Semakin Maju dan Melahirkan Generasi Berkarakter
Sebagai lulusan yang telah mengukir prestasi di almamaternya, Carselio berharap Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin maju, unggul, dan mampu melahirkan generasi yang berilmu serta berakhlak mulia.
Ia berharap UMB semakin dikenal melalui berbagai prestasi yang dihasilkan oleh mahasiswa, dosen, dan alumninya. Lebih dari itu, ia ingin kampus tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai kebaikan, dan pengembangan potensi generasi muda.
“Semoga Universitas Muhammadiyah Bengkulu senantiasa menjadi kampus yang semakin maju, unggul, dan mampu melahirkan generasi-generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Carselio juga berharap UMB terus menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi besar yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu dipersiapkan tidak hanya agar memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keberanian, karakter, dan tanggung jawab untuk menghadapi masa depan.
Prestasi Carselio Ardianto dengan IPK 3,98 pada Wisuda Periode Oktober 2026 menjadi bukti nyata bahwa konsistensi dan ketekunan dapat mengantarkan mahasiswa meraih hasil yang membanggakan. Kisahnya sekaligus menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: jangan menunggu motivasi untuk memulai, sebab kebiasaan baik yang dijalankan secara konsisten dapat menjadi langkah awal menuju pencapaian besar.

