Tantangan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk bertumbuh dan membentuk diri menjadi lebih baik. Prinsip inilah yang dipegang Shifa Silvia Salim, lulusan Program Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik kedua pada Wisuda Periode Oktober 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88.

Lahir di Tangerang pada 18 Februari 2003, Shifa merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Pencapaiannya di jenjang magister menjadi salah satu wujud kesungguhan dalam menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan akademik di bidang manajemen.

Keberhasilan tersebut semakin menarik karena penelitian tesisnya mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat modern, yakni kepercayaan dan loyalitas konsumen dalam penggunaan layanan digital.

Melalui tesis berjudul “Pengaruh Algorithmic Service Personalization dan Trust Fatigue terhadap Loyalitas Konsumen dengan Consumer Trust sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Pengguna Grab di Kota Bengkulu)”, Shifa meneliti hubungan antara personalisasi layanan berbasis algoritma, kelelahan kepercayaan (trust fatigue), kepercayaan konsumen, dan loyalitas pengguna layanan Grab di Kota Bengkulu.

Topik tersebut relevan dengan perkembangan bisnis digital yang semakin mengandalkan teknologi untuk memberikan layanan sesuai kebutuhan pengguna. Di tengah persaingan platform digital, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan dan loyalitas konsumen menjadi salah satu aspek penting dalam strategi pengelolaan bisnis.

Penelitian Shifa memperlihatkan ketertarikannya pada dinamika perilaku konsumen sekaligus tantangan manajemen di era transformasi digital.

Menjadikan Tantangan sebagai Proses Pembentukan Diri

Meraih predikat lulusan terbaik kedua Pascasarjana UMB menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi Shifa. Ia mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang berhasil diraihnya.

“Alhamdulillah, bersyukur dan bangga,” ungkapnya saat menceritakan perasaannya atas pencapaian tersebut.

Bagi Shifa, keberhasilan bukan semata-mata tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan pendidikan. Ia meyakini bahwa kesulitan yang berhasil dilewati dapat menjadi bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.

Prinsip tersebut tercermin dalam motto hidupnya: “Terbentur, Terbentur, Terbentur, Terbentuk. Bukan kenyamanan yang membentuk manusia, melainkan benturan yang berhasil ia lewati.”

Motto itu menggambarkan pandangannya bahwa pengalaman menghadapi kesulitan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Setiap tantangan memberikan kesempatan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan menemukan cara yang lebih baik dalam menghadapi persoalan.

Semangat tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik membutuhkan ketekunan, keberanian, dan kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi hambatan.

Jangan Takut Gagal, Jadikan Tantangan sebagai Pembelajaran

Shifa turut membagikan pesan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk menyerah. Menurutnya, setiap tantangan dapat menjadi sumber pembelajaran yang membantu seseorang berkembang.

“Jangan takut gagal, jadikan setiap tantangan sebagai pembelajaran,” pesannya.

Pesan tersebut menekankan pentingnya membangun pola pikir yang terbuka terhadap pengalaman baru. Dalam proses belajar, kesalahan bukan hanya sesuatu yang harus dihindari, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan memperbaiki strategi.

Bagi mahasiswa, sikap konsisten dalam belajar, berani mencoba, serta mampu mengambil pelajaran dari pengalaman merupakan modal penting untuk mencapai tujuan akademik maupun profesional.

Keberhasilan Shifa meraih IPK 3,88 menjadi pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri setelah menyelesaikan pendidikan magister.

Berharap UMB Semakin Unggul dan Inovatif

Sebagai lulusan Magister Manajemen, Shifa menyampaikan harapan agar Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan inovatif. Ia juga berharap UMB semakin mampu menghasilkan lulusan yang memiliki prestasi akademik, integritas, serta kepedulian terhadap kemajuan masyarakat.

“Semoga almamater semakin terus berkembang menjadi universitas yang unggul, inovatif, dan mampu melahirkan lulusan yang berprestasi, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

Harapan tersebut mencerminkan keinginannya agar perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan dan gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kompetensi, serta persiapan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Predikat lulusan terbaik kedua yang diraih Shifa Silvia Salim pada Wisuda Periode Oktober 2026 menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sekaligus awal untuk melangkah ke tahap berikutnya. Dengan bekal ilmu manajemen dan pengalaman menghadapi berbagai tantangan selama studi, ia diharapkan dapat terus mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi positif di bidang yang digelutinya.

Perjalanan Shifa membawa satu pesan penting bagi generasi muda: keberhasilan tidak selalu lahir dari jalan yang mudah, tetapi dapat tumbuh dari keberanian menghadapi tantangan, kemauan untuk belajar, dan ketekunan untuk terus melangkah.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?