Prestasi membanggakan ditorehkan Afifah, lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), yang berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik 1 Program Sarjana pada Wisuda Periode Oktober 2026. Lahir di Kudus pada 19 Mei 2004, Afifah mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, sebuah pencapaian yang mencerminkan kesungguhan, kedisiplinan, dan komitmennya dalam menempuh pendidikan tinggi.

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Afifah menunjukkan bahwa kerja keras dan kesabaran menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya. Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi terbaik.

“Terharu dan tidak menyangka akan sampai di titik ini,” ungkap Afifah saat menggambarkan perasaannya setelah dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama tingkat universitas.

Bagi Afifah, prestasi yang diraihnya bukan semata-mata tentang angka di atas kertas, melainkan hasil dari proses belajar yang dijalani dengan kesungguhan. Ia meyakini bahwa setiap keberhasilan membutuhkan pengorbanan, kesabaran, dan kemampuan untuk tetap bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Prinsip tersebut tercermin dalam motto hidup yang dipegangnya: “Setiap kesuksesan memerlukan pengorbanan, segala kesombongan dan angkara murka akan dikalahkan oleh kesabaran.”

Maksimalkan Waktu Kuliah dan Perluas Wawasan

Keberhasilan Afifah meraih IPK 4,00 didukung oleh strategi belajar yang berfokus pada pemanfaatan waktu perkuliahan secara optimal. Ia menyarankan mahasiswa agar tidak sekadar hadir di kelas, tetapi juga aktif berdiskusi dengan dosen untuk memahami materi yang belum dikuasai.

Menurutnya, kegiatan perkuliahan merupakan kesempatan berharga untuk menggali pengetahuan, bertukar pikiran, dan memperjelas berbagai konsep yang dipelajari. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan waktu bersama dosen untuk menyampaikan pertanyaan dan mendiskusikan hal-hal yang belum diketahui.

Selain aktif berdiskusi, Afifah membiasakan diri mencatat poin-poin penting selama perkuliahan. Ia juga memperluas wawasan dengan membaca berbagai sumber pendukung, mulai dari buku, artikel, hingga jurnal ilmiah yang relevan dengan materi pembelajaran.

“Tips belajar saya adalah memaksimalkan kegiatan belajar di jam mata kuliah untuk berbagi dan mendiskusikan hal-hal yang belum diketahui dengan dosen, mencatat poin-poin penting, serta memperbanyak pencarian wawasan melalui bahan bacaan lainnya, seperti buku, artikel, dan jurnal,” jelasnya.

Strategi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan belajar yang aktif dan mandiri. Bagi mahasiswa, keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh lamanya waktu belajar, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkan proses perkuliahan dan mengembangkan pengetahuan dari beragam sumber.

Penelitian tentang Terapi Bermain untuk Anak Prasekolah

Di bidang akademik, Afifah mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Terapi Bermain Menggunakan Hand Puppet terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia Prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VIII Kota Bengkulu.”

Penelitian ini mengangkat tema yang berkaitan dengan perkembangan kemampuan berbicara anak usia prasekolah melalui terapi bermain menggunakan boneka tangan (hand puppet). Topik tersebut memperlihatkan perhatian Afifah terhadap pendekatan yang dapat digunakan dalam mendukung perkembangan anak, khususnya pada aspek komunikasi verbal.

Penggunaan boneka tangan sebagai media bermain menjadi fokus kajian yang relevan dengan dunia keperawatan anak. Melalui penelitian tersebut, Afifah mendalami pemanfaatan aktivitas bermain sebagai salah satu pendekatan dalam konteks perkembangan anak usia dini.

Tema penelitian ini juga menunjukkan keterkaitan antara ilmu keperawatan dan kebutuhan perkembangan anak. Pemahaman mengenai komunikasi, perkembangan, dan pendekatan yang sesuai dengan usia anak menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan keperawatan yang memperhatikan kebutuhan pasien secara menyeluruh.

Berharap UMB Melahirkan Lulusan Berilmu dan Beretika

Di balik kebanggaan atas prestasi yang diraihnya, Afifah juga menyampaikan harapan bagi almamaternya, Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Ia berharap UMB terus melakukan pembenahan dan pengembangan agar menjadi institusi pendidikan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Menurut Afifah, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi juga perlu membentuk karakter, etika, dan profesionalisme mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Semoga ke depannya UMB dapat terus berbenah agar terus menjadi lebih baik dari hari ini dan dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya melek intelektual, tetapi juga beretika dan profesional,” tuturnya.

Harapan tersebut menjadi pesan penting bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur melalui capaian akademik semata. Integritas, tanggung jawab, dan kemampuan menerapkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari kualitas seorang lulusan.

Prestasi Afifah dengan IPK 4,00 pada Wisuda Periode Oktober 2026 menjadi bukti pencapaian akademik yang membanggakan bagi Program Studi Ilmu Keperawatan UMB. Lebih dari itu, perjalanan dan pesan yang disampaikannya menegaskan bahwa kesungguhan dalam belajar, kerendahan hati, serta kesabaran merupakan bekal penting untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?