Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menggelar Wisuda Periode Oktober 2026 pada Sabtu (24/10/2026) di Sportatorium UMB. Sebanyak 916 wisudawan dari delapan fakultas resmi menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap memasuki dunia kerja, melanjutkan studi, maupun mengembangkan kontribusi di tengah masyarakat.

Prosesi wisuda menjadi momentum penting bagi UMB untuk mengapresiasi perjuangan para lulusan sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam pidatonya, Rektor UMB Dr. Susiyanto, M.Si., menyampaikan capaian institusi dan perkembangan UMB, sekaligus menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan daya saing lulusan.

Berdasarkan data wisuda periode Oktober 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 203 wisudawan. Berikutnya Fakultas Teknik sebanyak 140 orang, Fakultas Ilmu Kesehatan 135 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 134 orang, Fakultas Hukum 116 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 96 orang, Fakultas Pertanian dan Peternakan 66 orang, serta Fakultas Agama Islam 26 orang.

Secara keseluruhan, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,57. Adapun rata-rata masa studi program sarjana tercatat tiga tahun 11 bulan 11 hari, program pascasarjana satu tahun 10 bulan tujuh hari, dan program profesi Ners satu tahun satu bulan dua hari.

Rektor Tekankan Mutu, Inovasi, dan Daya Saing Lulusan

Dalam pidatonya, Dr. Susiyanto menyoroti perkembangan UMB sebagai perguruan tinggi yang terus memperkuat kualitas akademik dan tata kelola institusi. Salah satu capaian penting yang menjadi bagian dari perkembangan tersebut adalah diraihnya akreditasi institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 2025.

Rektor juga memaparkan perkembangan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta perluasan kerja sama internasional. Upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan peran UMB dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Di bidang internasionalisasi, UMB terus membuka ruang kolaborasi dan pengalaman akademik lintas negara bagi mahasiswa. Dalam materi pidato rektor, tercatat sebanyak 37 mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan internasional, mulai dari pertukaran mahasiswa, program kepemudaan dan kebudayaan, hingga magang internasional di sejumlah negara, termasuk Thailand, Malaysia, dan Taiwan.

Pengembangan kompetensi lulusan juga menjadi perhatian melalui penguatan keterampilan profesional dan sertifikasi berbasis okupasi. Skema tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain bahasa Inggris, keperawatan, pemasaran, agribisnis, penyelesaian perselisihan hukum, administrasi basis data, strategi kehumasan, produksi program televisi, dan pemasaran digital.

Arah pengembangan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan capaian akademik yang baik. Lulusan juga perlu memiliki keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, literasi digital, kreativitas, serta integritas dalam menjalankan profesinya.

Kepada para wisudawan, momentum kelulusan diharapkan menjadi awal untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bekal ilmu pengetahuan perlu diiringi dengan karakter yang kuat, tanggung jawab sosial, dan kemampuan menghadapi perubahan.

Apresiasi bagi Lulusan Terbaik dan Berprestasi

Pada wisuda periode ini, UMB juga memberikan perhatian kepada para lulusan yang mencatatkan prestasi akademik maupun nonakademik.

Di tingkat program sarjana, Afifah dari Program Studi Ilmu Keperawatan meraih IPK 4,00 dengan predikat pujian. Dua lulusan lainnya dari program studi yang sama, Carselio Ardianto dan Yunita Sari, masing-masing meraih IPK 3,98 dengan predikat pujian.

Sementara itu, pada program pascasarjana, Mira Gustianingsih dan Shifa Silvia Salim dari Program Studi Magister Manajemen masing-masing meraih IPK 3,88 dengan predikat pujian. Isni Dwi Rahma dari Program Studi Pedagogi juga tercatat sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,85.

Dari Program Profesi Ners, Tara Putri Palida meraih IPK 3,96 dengan predikat pujian. Prestasi para lulusan tersebut menjadi gambaran kesungguhan dalam menjalani proses pendidikan dan mengembangkan kemampuan akademik.

UMB juga mengapresiasi mahasiswa yang menunjukkan prestasi di luar ruang kuliah. Yolanda Putri dari Program Studi Ilmu Keperawatan memperoleh apresiasi dalam kategori mahasiswa inspiratif berkat keaktifannya dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan dan partisipasinya dalam program pertukaran mahasiswa.

Penghargaan kategori pimpinan organisasi terbaik diberikan kepada Ardiansyah Putra Nuri dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Ia memiliki rekam jejak dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk kepemimpinan di lingkungan fakultas dan organisasi mahasiswa.

Pada kategori inovator muda, Vony Kurnia Safitri dari Program Studi Teknik Informatika mendapat perhatian melalui sejumlah inovasi pemanfaatan limbah berbasis teknologi dan produk ramah lingkungan. Karyanya meliputi robot kotak sampah berbasis Arduino yang telah memperoleh hak kekayaan intelektual (HKI), pengolahan kulit buah naga menjadi saus, serta pemanfaatan limbah minyak goreng menjadi lilin dan sabun cuci.

Sementara itu, Ayu Diliani dari Program Studi Ilmu Keperawatan diapresiasi dalam kategori mahasiswa berprestasi melalui berbagai pencapaian di bidang olahraga, organisasi, dan kegiatan sosial. Ia juga tercatat sebagai relawan Muhammadiyah dalam respons gempa bumi di Kota Bengkulu pada 2025 serta memperoleh penghargaan atas dedikasi dan pengabdian dalam krisis kesehatan akibat bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatra.

Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan mahasiswa di UMB tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga kepemimpinan, inovasi, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan Sumber Daya Manusia dan Riset

Dalam kesempatan yang sama, UMB juga menampilkan capaian pengembangan sumber daya manusia melalui penerimaan kembali dosen yang telah menyelesaikan studi doktoral.

Dosen yang kembali setelah menyelesaikan pendidikan S3 tersebut meliputi Dr. Mukhlizar, S.Ag., M.I.Kom., dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam; Dr. Neli Definiati, M.P., dari bidang peternakan; Dr. Elni Mutmainnah, M.P., dari bidang agribisnis; serta Dr. Oktarianita, MKM, dari bidang kesehatan masyarakat.

Kehadiran para dosen bergelar doktor diharapkan memperkuat kapasitas akademik, pengembangan penelitian, dan peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan UMB.

Di bidang riset dan publikasi, UMB terus mendorong dosen untuk meningkatkan produktivitas penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, mengembangkan jurnal terakreditasi, serta memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berorientasi pada pemecahan persoalan nyata.

UMB juga terus mengembangkan pembinaan karakter mahasiswa melalui Pesantren Mahasiswa. Program pembinaan tersebut mencakup akhlak, ibadah, kepemimpinan, konseling, tahsinul Qur’an, serta pengembangan minat dan bakat. Pembinaan ini menjadi salah satu upaya untuk menyelaraskan pencapaian akademik dengan pembentukan karakter Islami.

Lulusan sebagai Agen Perubahan

Wisuda Oktober 2026 menjadi penanda berakhirnya satu tahapan pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan. Tantangan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga integritas.

Melalui penguatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, internasionalisasi, serta pembinaan karakter, UMB berupaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang keilmuannya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Bagi para wisudawan, gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, kelulusan merupakan awal dari tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu, menjaga nama baik almamater, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan kerja dan masyarakat.

Dengan semangat keilmuan dan nilai-nilai Islam, para lulusan UMB diharapkan mampu tumbuh menjadi profesional yang berintegritas, inovatif, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?