Usia muda bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Dheavebby Sugiyanto, lulusan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), yang menjadi lulusan termuda pada Wisuda Periode Oktober 2026. Lahir di Lebong Tandai pada 17 Februari 2006, Dheavebby berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,54.
Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara, Dheavebby menunjukkan bahwa tekad, keyakinan, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Pencapaiannya pada usia yang relatif muda menjadi kisah inspiratif bagi mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan kesempatan belajar dan berani merencanakan masa depan.
Dheavebby memegang motto hidup, “Sukses itu dimulai dari yakin pada usaha dan percaya diri akan hasilnya.”
Baginya, keyakinan terhadap usaha yang dilakukan merupakan salah satu modal untuk melangkah maju. Setiap proses perlu dijalani dengan kesungguhan, disertai keberanian untuk menghadapi tantangan dan kepercayaan bahwa usaha yang baik dapat membuka jalan menuju keberhasilan.
Manfaatkan Waktu Luang untuk Belajar
Dalam menjalani perkuliahan, Dheavebby memiliki prinsip sederhana, yaitu memanfaatkan waktu luang agar tidak terbuang sia-sia. Menurutnya, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk membaca, mengulang materi perkuliahan, serta menambah wawasan yang mendukung proses pembelajaran.
Kebiasaan memanfaatkan waktu secara produktif menjadi salah satu hal yang penting bagi mahasiswa, terutama dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap pendidikan yang sedang ditempuh.
Prinsip tersebut sejalan dengan motto hidupnya tentang keyakinan pada usaha. Ia memandang bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada keinginan untuk meraih hasil, tetapi juga pada kesediaan untuk melakukan langkah-langkah nyata dalam mencapai tujuan.
Angkat Metode Audio Visual dalam Pembelajaran PAI
Dalam perjalanan akademiknya di Fakultas Agama Islam UMB, Dheavebby mengangkat topik artikel berjudul “Metode Audio Visual dalam Pembelajaran PAI di …”.
Topik tersebut berkaitan dengan pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Media audio visual dapat menjadi salah satu alternatif untuk menyampaikan materi pembelajaran melalui perpaduan unsur suara dan gambar sehingga materi lebih menarik dan mudah dipahami peserta didik.
Dalam pembelajaran PAI, penggunaan media yang tepat dapat membantu pendidik menjelaskan konsep keagamaan, menyajikan contoh perilaku terpuji, serta menghubungkan materi dengan situasi kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi pembelajaran juga membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan kegiatan belajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ketertarikan pada tema tersebut memperlihatkan relevansi inovasi media pembelajaran dalam mendukung proses pendidikan agama yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman materi, tetapi juga pada pembentukan sikap dan karakter.
Menjadi Lulusan Muda, Membuka Langkah Menuju Masa Depan
Predikat sebagai lulusan termuda UMB pada Wisuda Periode Oktober 2026 menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan pendidikan Dheavebby. Gelar sarjana yang diraih membuka kesempatan baginya untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya.
Pencapaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan pendidikan yang berbeda. Usia bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, sebab kedisiplinan, kesungguhan, dan kemampuan memanfaatkan kesempatan turut berperan dalam proses meraih tujuan.
Sebagai lulusan Fakultas Agama Islam, Dheavebby diharapkan dapat terus mengembangkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan serta menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi jalan untuk memperoleh gelar, tetapi juga kesempatan untuk membangun karakter, memperkuat tanggung jawab, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Kisah Dheavebby Sugiyanto menjadi inspirasi bahwa masa muda dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh dan mempersiapkan masa depan. Dengan keyakinan pada usaha serta kebiasaan memanfaatkan waktu secara produktif, langkah awal menuju cita-cita dapat dimulai sejak dini.

