Desi Lastari, lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), berhasil meraih prestasi akademik dengan memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91. Capaian ini menjadi bukti komitmennya dalam menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan pengetahuan di bidang kesehatan masyarakat.
Lahir di Kepahiang pada 15 Desember 2004, Desi merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Dalam perjalanan akademiknya, ia berpegang pada prinsip bahwa setiap hari selalu menghadirkan kesempatan baru untuk memperbaiki diri dan meraih masa depan yang lebih baik.
Prinsip tersebut tercermin dalam motto hidupnya, “Setiap hari adalah kesempatan baru, jangan sia-siakan kesempatanmu untuk menjadi lebih baik.” Motto ini menjadi pengingat bahwa setiap kesempatan perlu dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh, baik dalam belajar, mengembangkan kemampuan, maupun menghadapi tantangan kehidupan.
Angkat Isu Formalin pada Tahu dalam Penelitian Skripsi
Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Desi mengangkat judul skripsi “Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pedagang Tahu terhadap Penggunaan Formalin.” Penelitian ini berfokus pada aspek pengetahuan dan sikap pedagang tahu terkait penggunaan formalin, bahan kimia yang tidak diperbolehkan digunakan sebagai pengawet makanan.
Topik tersebut memiliki relevansi dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Tahu merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga keamanan dalam proses produksi, penyimpanan, dan distribusinya menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Pengetahuan dan sikap pedagang menjadi aspek yang perlu dikaji karena dapat berkaitan dengan pemahaman mengenai bahan berbahaya, praktik penanganan pangan, serta kesadaran terhadap risiko kesehatan konsumen.
Melalui penelitian tersebut, Desi memilih persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kajian ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran bidang kesehatan masyarakat dalam mendukung edukasi keamanan pangan dan meningkatkan kesadaran berbagai pihak mengenai pangan yang aman dikonsumsi.
Konsistensi dan Kedisiplinan sebagai Kunci Belajar
Di balik pencapaian IPK 3,91, Desi menekankan pentingnya konsistensi, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang. Menurutnya, keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh nilai yang diperoleh, tetapi juga oleh pemahaman terhadap materi dan kesungguhan menjalani setiap proses pembelajaran.
Ia membagikan sejumlah tips belajar bagi mahasiswa, mulai dari memahami materi secara bertahap, tidak menunda tugas, hingga membiasakan diri mengulang kembali materi yang telah dipelajari.
Desi juga mendorong mahasiswa agar aktif bertanya ketika menghadapi kesulitan dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Pengelolaan waktu yang baik, sikap rendah hati, serta kesediaan belajar dari pengalaman menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan akademik yang positif.
“Yang terpenting, tetaplah rendah hati, nikmati setiap proses pembelajaran, serta iringi setiap usaha dengan doa. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing, sehingga fokuslah untuk terus menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya,” demikian pesan Desi kepada mahasiswa.
Pesan tersebut mengandung makna bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, membandingkan diri dengan orang lain bukanlah hal utama. Sebaliknya, mahasiswa perlu berfokus pada perkembangan diri, memperbaiki kekurangan, dan terus meningkatkan kualitas kemampuan yang dimiliki.
Berharap Almamater Melahirkan Generasi Berprestasi dan Peduli Masyarakat
Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Desi menyampaikan harapan agar almamaternya semakin maju dan terus berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Ia berharap UMB senantiasa berkembang menjadi institusi pendidikan yang unggul dan berintegritas, serta mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai tempat bertumbuhnya ilmu pengetahuan, berkembangnya inovasi, dan terwujudnya cita-cita generasi penerus bangsa.
Desi juga menyampaikan doa terbaik bagi seluruh sivitas akademika UMB agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas mendidik serta mengabdi kepada masyarakat.
Ia berharap nama baik UMB terus terjaga dan semakin harum melalui berbagai prestasi serta kontribusi para lulusannya.
“Semoga almamater senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan kesuksesan dalam setiap langkahnya. Semoga nama baik almamater terus terjaga dan semakin harum, serta mampu melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Prestasi akademik yang diraih Desi Lastari dengan IPK 3,91 menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Melalui ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Program Studi Kesehatan Masyarakat, ia diharapkan mampu terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Perjalanan Desi juga membawa pesan sederhana bagi generasi muda: manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, jalani proses dengan disiplin, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya.

