Prestasi membanggakan ditorehkan Dhani Putra Riyanto, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Lahir di Jambi pada 3 November 2003, Dhani membuktikan bahwa pencapaian akademik yang gemilang dapat diraih melalui kesungguhan, strategi belajar yang tepat, dan kemampuan menikmati setiap proses perjalanan.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Dhani tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga menunjukkan bahwa keberhasilan bukan semata-mata tentang hasil akhir. Baginya, perjalanan perkuliahan merupakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, membangun relasi, dan mengenali potensi diri.
Prinsip tersebut tercermin dalam motto hidup yang dipegangnya: “Serius mengejar mimpi, tetap santai menikmati proses, dan jangan lupa bahagia.”
Motto ini menggambarkan cara Dhani menjalani kehidupan akademik. Ia berusaha menetapkan tujuan dan menjalankan tanggung jawab dengan serius, tetapi tetap memberikan ruang bagi dirinya untuk menikmati perjalanan, menjaga keseimbangan, serta menghargai setiap pengalaman yang diperoleh selama kuliah.
Konsisten Belajar Tanpa Harus Menunggu Mood
Bagi Dhani, salah satu kunci penting dalam belajar adalah tidak menjadikan suasana hati sebagai alasan untuk menunda pekerjaan. Ia meyakini bahwa semangat tidak selalu hadir sebelum seseorang memulai sesuatu. Justru, motivasi sering kali tumbuh setelah langkah pertama dilakukan.
“Jangan menunggu mood bagus untuk mulai belajar, terkadang semangat justru muncul setelah kita mulai,” demikian tips belajar yang dibagikannya.
Dhani menyarankan mahasiswa untuk menemukan metode belajar yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing. Proses belajar dapat dilakukan melalui video pembelajaran, berdiskusi bersama teman, ataupun mencoba menjelaskan kembali materi menggunakan bahasa sendiri.
Ia juga menekankan pentingnya membagi tugas besar menjadi beberapa langkah kecil agar pekerjaan terasa lebih ringan dan terarah. Ketika merasa lelah, mahasiswa perlu memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak seharusnya hanya berpusat pada angka dan nilai akademik. Pengalaman organisasi maupun pertemanan, kesempatan mencoba hal baru, serta proses mengenali kemampuan diri juga merupakan bagian penting dari perjalanan pendidikan.
Pendekatan ini menjadi pengingat bahwa prestasi akademik membutuhkan kedisiplinan, tetapi juga perlu diimbangi dengan pengelolaan waktu, kesehatan, dan kebahagiaan pribadi.
Mengembangkan Kajian Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
Selain mencatatkan prestasi akademik, Dhani juga mengangkat topik penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa bagi penutur asing. Artikel yang disusunnya berjudul “Teacher Academic Background and Learning Outcomes in BIPA Instruction: A Mixed-Methods Comparative Study.”
Judul tersebut mengangkat kajian mengenai latar belakang akademik pengajar dan hasil belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melalui pendekatan penelitian metode campuran atau mixed methods, yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Topik ini relevan dengan pengembangan pembelajaran bahasa, khususnya dalam memahami berbagai faktor yang berkaitan dengan proses pengajaran dan capaian belajar peserta didik. Kajian BIPA juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat internasional.
Melalui bidang Pendidikan Bahasa Inggris yang ditekuninya, Dhani memiliki ruang untuk mengembangkan wawasan mengenai pengajaran bahasa, strategi pembelajaran, serta penelitian pendidikan yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia akademik.
Berharap UMB Terus Menjadi Ruang Tumbuh Generasi Muda
Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dhani menyampaikan harapan agar kampus yang telah menjadi tempatnya belajar dan bertumbuh terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul serta memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk meraih cita-cita.
Ia berharap UMB senantiasa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berani bermimpi, menghasilkan karya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mendoakan agar seluruh dosen dan tenaga kependidikan senantiasa diberikan kesehatan serta keberkahan dalam menjalankan tugas mendampingi mahasiswa.
“Terima kasih telah menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan menemukan banyak kesempatan berharga,” ungkap Dhani dalam pesannya untuk almamater.
Ia juga berharap dapat terus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Bengkulu melalui karya dan kontribusi pada masa mendatang.
Bagi Dhani, capaian IPK 3,95 bukanlah garis akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan salah satu pijakan untuk melangkah menuju tantangan berikutnya. Bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat menjadi modal untuk terus berkembang dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Kisah Dhani menyampaikan pesan sederhana bagi mahasiswa: mengejar prestasi membutuhkan keseriusan dan konsistensi, tetapi perjalanan menuju keberhasilan juga perlu dinikmati. Sebab, pendidikan bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang berhasil diraih, melainkan juga tentang bagaimana seseorang bertumbuh, menemukan potensi terbaiknya, dan menggunakan ilmu untuk memberi manfaat bagi sesama.

