Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjadi tuan rumah kegiatan Green Champions 2026 Campus Roadshow yang diselenggarakan oleh Green Democracy Institute (GDI), Jumat (9/10/2026), di Aula Hasan Dien, Kampus IV UMB. Mengusung tema “Dari Ide Menjadi Dampak: Inovasi untuk Indonesia Berkelanjutan”, kegiatan ini mendorong mahasiswa mengembangkan gagasan kreatif menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan ini menghadirkan Ketua DPD RI Dr. (H.C.) Sultan Bachtiar Najamudin sebagai pembicara utama (keynote speaker), Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Dr. Susiyanto, M.Si., sebagai pemberi sambutan pembukaan, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMB Dr. Juliana Kurniawati, M.Si. Turut hadir Azwar Anas, S.E., pendiri Rupa Recycle Center dan tani organik mandiri, sekaligus Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan BPD HIPMI Bengkulu.
Program Green Champions 2026 merupakan kompetisi sekaligus program inkubasi inovasi mahasiswa tingkat nasional yang dirancang untuk menjaring, mengembangkan, dan mendorong penerapan gagasan kreatif di bidang lingkungan dan keberlanjutan. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa aktif jenjang D3, D4, dan S1 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan campus roadshow, Green Democracy Institute memperkenalkan peluang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi, memperoleh pendampingan dari para ahli dan praktisi, serta membangun jejaring dengan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan komunitas yang bergerak di bidang keberlanjutan.
Rektor UMB: Kampus Harus Melahirkan Inovasi yang Berdampak
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si., menyambut positif penyelenggaraan Green Champions 2026 Campus Roadshow di lingkungan UMB. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu agar tidak hanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang aplikatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak sosial maupun ekonomi,” ujar Susiyanto.
Ia menegaskan bahwa tantangan lingkungan, perubahan iklim, pengelolaan sampah, ketahanan pangan, serta kebutuhan energi bersih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda dan perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menghasilkan inovasi melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Oleh karena itu, gagasan mahasiswa perlu mendapatkan ruang pengembangan, pendampingan, dan kesempatan untuk diuji agar dapat diterapkan secara lebih luas.
“Harapan kami, mahasiswa UMB berani mengembangkan ide menjadi karya nyata. Jangan sampai gagasan inovatif hanya berhenti sebagai tugas kuliah atau proposal penelitian. Dengan kolaborasi dan pendampingan yang tepat, inovasi mahasiswa dapat menjadi solusi bagi persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang kewirausahaan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua DPD RI: Generasi Muda Perlu Menjadi Pelopor Inovasi Berkelanjutan
Kehadiran Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin sebagai pembicara utama menjadi bagian penting dalam mendorong perhatian terhadap inovasi hijau dan peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.
Persoalan lingkungan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pelestarian alam, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, energi, kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan ekonomi yang lebih ramah lingkungan. Karena itu, dibutuhkan pendekatan yang menghubungkan pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki peluang untuk berkontribusi melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan, pemanfaatan limbah, pengolahan air bersih, pertanian berkelanjutan, serta model usaha yang memperhatikan dampak ekologis.
“Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kita membutuhkan lebih banyak inovator yang mampu mengubah gagasan menjadi karya nyata, sehingga inovasi yang lahir dari kampus tidak hanya berhenti sebagai penelitian, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan.”
Sultan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan komunitas agar inovasi yang dikembangkan mahasiswa memperoleh dukungan untuk diuji, diterapkan, dan diperluas manfaatnya. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci agar potensi generasi muda dapat berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Empat Kategori Inovasi Hijau
Berdasarkan materi program Green Champions 2026, kompetisi ini mencakup empat kategori utama yang dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa dalam mengembangkan ide dan inovasi.
Pertama, Sustainable Fashion & Eco-Wellness, meliputi fesyen berkelanjutan, pemanfaatan limbah tekstil, serta produk herbal lokal berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kedua, Clean Water & Eco-Sanitation, yang berfokus pada teknologi penyediaan air bersih, konservasi daerah aliran sungai, efisiensi penggunaan air, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Ketiga, Green Technology & Clean Energy, mencakup pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, serta pemanfaatan teknologi digital dan perangkat keras untuk pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Keempat, Sustainable Food & Agri-Tech, yang meliputi inovasi pangan sehat, pengurangan kehilangan dan limbah pangan, teknologi pertanian ramah lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Keempat kategori tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai program studi untuk berkolaborasi dalam tim lintas disiplin. Tim peserta terdiri atas dua hingga tiga mahasiswa yang memiliki gagasan, proyek, atau purwarupa inovasi dengan potensi memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Peluang Pendampingan hingga Pengembangan Inovasi
Green Champions 2026 tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menyediakan tahapan pengembangan inovasi. Berdasarkan materi program, 20 tim finalis terpilih akan memperoleh kesempatan mengikuti lokakarya daring dan pendampingan intensif bersama praktisi industri, pakar, serta mentor profesional untuk mematangkan model bisnis dan purwarupa inovasi.
Selanjutnya, delapan tim grand finalist akan memperoleh kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan puncak di Jakarta, termasuk lokakarya lanjutan, kunjungan perusahaan, presentasi akhir, dan pameran inovasi. Program juga menyediakan dukungan stimulus bagi pengembangan inovasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, inovasi terbaik berpeluang memperoleh dana stimulus utama hingga puluhan juta rupiah serta kesempatan menjalin kolaborasi dengan mitra strategis untuk memperluas penerapan inovasinya.
Pendaftaran daring Green Champions 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 September hingga 17 Oktober 2026. Mahasiswa yang berminat dapat mengakses informasi dan pendaftaran melalui laman resmi program di champions.greendemocracyinstitute.org, dengan memperhatikan persyaratan dan ketentuan kompetisi.
Mendorong Budaya Kampus yang Peduli Lingkungan
Melalui penyelenggaraan Green Champions 2026 Campus Roadshow, UMB berharap semakin banyak mahasiswa yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi hijau. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring kolaborasi antara sivitas akademika dan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan pentingnya kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam pengembangan inovasi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, energi bersih, serta perlindungan lingkungan.
UMB berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa menjadi generasi inovator yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian menciptakan perubahan.


