Menjadi mahasiswa baru bukan cuma soal punya almamater, masuk kelas, dan mulai sibuk dengan tugas. Ada perjalanan panjang yang dimulai sejak hari pertama menginjakkan kaki di kampus. Hal itulah yang coba dibangun Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu) melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Tahun ini, PKKMB UM Bengkulu hadir dengan tema “Cendikia Aryata”, mengusung tajuk “Berakar pada Budaya, Bertumbuh dalam Ilmu” serta slogan “Meneguhkan Moralitas, Mengukuhkan Intelektualitas, Memajukan Peradaban.”
Bukan sekadar rangkaian acara penyambutan, PKKMB 2026 dirancang sebagai titik awal mahasiswa baru untuk mengenal budaya kampus, membangun relasi, mengembangkan potensi, sekaligus menyiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan.
Sebelum Seru-Seruan, Ada Technical Meeting
Perjalanan PKKMB 2026 dimulai melalui Technical Meeting pada Kamis (3/9/2026) di Sportatorium UM Bengkulu.
Di sini, mahasiswa baru dibekali berbagai informasi teknis agar tidak “lost in the beginning”. Mulai dari sistem absensi, pembuatan tanda pengenal, titik kumpul, alur kegiatan, aturan berpakaian, tugas individu dan kelompok, hingga mekanisme pengaduan jika terjadi kekerasan.
Bukan cuma soal teknis, mahasiswa baru juga mendapat arahan untuk membuat video perkenalan berdurasi minimal dua menit, mempersiapkan penampilan bakat kelompok, hingga membuat stan penanda gugus.
Berbagai tugas tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk berani tampil, berkreasi, berkomunikasi, dan tentunya mulai membangun chemistry dengan teman-teman satu angkatan.
Tiga Hari, Satu Langkah Baru
PKKMB UM Bengkulu 2026 akan berlangsung selama tiga hari, 5–7 September 2026. Setiap harinya punya konsep dan pengalaman yang berbeda.
Hari Pertama: Welcome to Campus Life!
Sabtu (5/9) menjadi pembuka resmi perjalanan mahasiswa baru melalui Rapat Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru.
Agenda pembukaan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UM Bengkulu, laporan penerimaan mahasiswa baru, penyerahan mahasiswa baru kepada rektor, sambutan rektor, pemakaian almamater dan Al-Qur’an, hingga penandatanganan fakta integritas PPKPT.
Setelah itu, mahasiswa baru akan mengikuti ramah tamah bersama pimpinan UM Bengkulu dan seminar Bank Indonesia bertajuk “Digitalisasi Ekonomi Indonesia: Peran Generasi Muda dalam Mendorong Inovasi dan Pertumbuhan.”
Isu yang dibahas juga dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari kebhinekaan, pencegahan radikalisme, hingga penguatan karakter antinarkoba.
Dengan begitu, mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal kampus, tetapi juga diajak melihat isu yang lebih luas dan memahami peran generasi muda di tengah perubahan zaman.
Menurut Ketua Panitia PKKMB UM Bengkulu 2026, Dr. Islamudin, M.M. PKKMB menjadi bagian awal dari proses pembentukan karakter dan budaya akademik mahasiswa.
“PKKMB UM Bengkulu 2026 kami rancang sebagai ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, membangun kebersamaan, sekaligus menanamkan nilai moralitas, intelektualitas, dan semangat berkemajuan. Kami ingin mahasiswa baru hadir bukan hanya sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki karakter dan kepedulian terhadap masyarakat.”
Hari Kedua: Saatnya Explore, Connect, dan Berkembang
Minggu (6/9) bakal punya suasana yang lebih interaktif. Mahasiswa baru akan diajak mengikuti tadarus, penampilan mahasiswa, hingga interaksi bersama maskot PKKMB.
Menariknya, PKKMB juga membawa mahasiswa baru lebih dekat dengan dunia entrepreneurship.
Melalui seminar bersama Bank Syariah Indonesia dan Bank Mega Syariah, mahasiswa akan mendapatkan insight tentang bagaimana membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini, sekaligus memahami strategi memulai dan mengembangkan bisnis di era digital.
Karena kuliah zaman sekarang bukan cuma tentang IPK. Punya ide, berani mencoba, mampu membangun koneksi, dan punya mental untuk menciptakan peluang juga menjadi bekal penting.
Hari kedua semakin lengkap dengan kegiatan sosial bersama Lazismu, penampilan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kegiatan IMM, hingga UKM Seni Sinar.
Artinya, mahasiswa baru mulai diperkenalkan bahwa kehidupan kampus itu jauh lebih luas dari sekadar ruang kelas. Ada organisasi, seni, komunitas, kewirausahaan, kegiatan sosial, dan banyak ruang lain untuk berkembang.
Sekretaris Panitia PKKMB, Muhammad Faiz Isra, S.Ag., M.Pd. menyampaikan bahwa berbagai aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa baru membangun kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi.
“Kami berharap mahasiswa baru dapat mengikuti seluruh rangkaian PKKMB dengan antusias dan tertib. Setiap kegiatan dirancang agar mereka tidak hanya mengenal kampus, tetapi juga mulai menemukan ruang untuk mengembangkan potensi, berorganisasi, berkreasi, dan membangun relasi positif dengan sesama mahasiswa.”
Hari Ketiga: Kenalan Lebih Dekat dengan Fakultas
Setelah dua hari mengenal lingkungan kampus secara umum, Senin (7/9) menjadi waktunya mahasiswa baru lebih dekat dengan rumah akademiknya masing-masing.
Pada hari ketiga, kegiatan PKKMB akan dilaksanakan di tingkat fakultas. Mahasiswa baru akan mendapatkan pengenalan yang lebih spesifik mengenai lingkungan akademik, program studi, serta kehidupan mahasiswa di fakultas masing-masing.
Delapan fakultas akan menjadi lokasi pelaksanaan, yaitu:
- Fakultas Teknik
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- FKIP
- Fakultas Hukum
- Fakultas Pertanian dan Peternakan
- Fakultas Agama Islam
Selama mengikuti seluruh rangkaian PKKMB, mahasiswa baru wajib menjaga ketertiban, kebersihan, mengikuti kegiatan dengan baik, serta memperhatikan setiap materi yang diberikan.
Demi keamanan bersama, peserta juga dilarang membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, maupun zat kimia berbahaya.
“Cendikia Aryata”, Bukan Sekadar Nama
Di balik konsep PKKMB tahun ini, ada identitas yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa baru: Cendikia Aryata.
Konsep tersebut menggambarkan sosok generasi pembelajar yang memiliki tekad untuk terus mengembangkan ilmu, menjaga integritas, berpikir kritis, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Kata “karsa” merepresentasikan kehendak, ikhtiar, tekad, dan daya cipta. Sementara “cendikia” menggambarkan insan yang menjadikan ilmu, nalar kritis, kebijaksanaan, dan etika sebagai dasar dalam berpikir dan bertindak.
Sementara itu, “Aryata” dimaknai sebagai semangat untuk terus tumbuh, meninggi, dan melampaui batas.
Jika dirangkum, Cendikia Aryata adalah gambaran generasi berilmu yang tidak berhenti di satu titik, tetapi terus bertumbuh, berkembang, dan berani melampaui batas untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Lewat PKKMB 2026, UM Bengkulu ingin menempatkan mahasiswa baru di garis start sebuah perjalanan baru: berakar pada budaya, bertumbuh melalui ilmu, dan bergerak dengan karakter serta semangat berkemajuan.
Sebab, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang duduk di bangku kuliah, mengejar nilai, lalu mendapatkan ijazah. Lebih dari itu, masa kuliah adalah fase untuk menemukan siapa diri kita, belajar berpikir lebih kritis, membangun relasi, berani mencoba hal baru, memperkuat karakter, dan memahami bagaimana ilmu yang dimiliki bisa memberi dampak nyata.
Selamat datang, mahasiswa baru UM Bengkulu 2026.
Almamater sudah dipakai. Sekarang, waktunya memulai perjalanan.
Berakar pada budaya. Bertumbuh dalam ilmu. Melangkah menjadi Cendikia Aryata.


