Aktivitas berjalan kaki yang setiap hari dilakukan manusia ternyata memiliki potensi untuk menghasilkan energi. Melihat peluang tersebut, Tim Nawasena Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menciptakan E-Walk, sebuah inovasi yang memanfaatkan tekanan dari langkah kaki untuk menghasilkan energi listrik dengan teknologi piezoelectric.
E-Walk menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam memandang persoalan energi melalui pendekatan yang berbeda. Energi mekanis yang muncul dari aktivitas manusia selama ini umumnya terbuang begitu saja. Melalui teknologi ini, tekanan dari setiap langkah dicoba untuk dikonversi menjadi energi listrik yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu.
Memanfaatkan Tekanan Langkah untuk Menghasilkan Listrik
E-Walk bekerja dengan memanfaatkan komponen piezoelectric, yaitu material yang dapat menghasilkan tegangan listrik ketika menerima tekanan atau gaya mekanis. Dalam prototipe yang dibuat oleh Tim Nawasena, beberapa komponen piezoelectric dipasang pada bagian permukaan yang menerima tekanan dari pijakan kaki.
Saat seseorang menginjak permukaan E-Walk, tekanan dari langkah kaki akan diteruskan ke komponen piezoelectric. Tekanan tersebut kemudian menghasilkan tegangan listrik. Energi yang dihasilkan dapat dikumpulkan dan selanjutnya dikembangkan agar dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi alternatif.
Dalam pembuatan prototipenya, Tim Nawasena menggunakan enam buah piezoelectric yang dirangkai secara paralel. Komponen tersebut dipasang pada media berbahan akrilik yang dibuat menyerupai area pijakan. Pada bagian tersebut juga digunakan penyangga berbahan karet yang berfungsi membantu menerima sekaligus meneruskan tekanan dari langkah kaki menuju piezoelectric.

Untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan, tim melakukan pengujian menggunakan voltmeter. Pengujian ini dilakukan ketika komponen piezoelectric menerima tekanan. Hasil pengujian menjadi bagian penting dalam proses pengembangan E-Walk, terutama untuk mengetahui kemampuan prototipe sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya.
Memiliki Potensi Lebih dari Sekadar Prototipe
Bagi Tim Nawasena, E-Walk tidak hanya berfokus pada upaya menghasilkan listrik melalui langkah kaki. Inovasi ini juga membawa gagasan tentang bagaimana aktivitas sederhana manusia dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghasilkan alternatif dalam pemanfaatan energi.
Konsep E-Walk memiliki peluang untuk diterapkan di berbagai tempat yang memiliki aktivitas pejalan kaki cukup tinggi. Lingkungan kampus, fasilitas umum, pusat perbelanjaan, ruang tunggu, hingga kawasan wisata merupakan sejumlah lokasi yang berpotensi menggunakan konsep teknologi serupa.
Semakin banyak langkah yang diberikan pada permukaan E-Walk, semakin besar pula potensi energi mekanis yang dapat dikumpulkan. Meski demikian, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi, ketahanan perangkat, serta kemampuan sistem dalam menyimpan dan memanfaatkan energi yang dihasilkan.
Inovasi Mahasiswa untuk Energi di Masa Depan
Pengembangan E-Walk membuktikan bahwa sebuah inovasi tidak selalu harus berawal dari teknologi yang rumit. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki pun dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya teknologi baru apabila dilihat melalui sudut pandang yang berbeda.
Melalui E-Walk, Tim Nawasena UMB berusaha menggabungkan unsur teknologi, kreativitas mahasiswa, dan pemanfaatan energi alternatif dalam sebuah inovasi. Proyek ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan ke dalam sebuah prototipe yang dapat diuji secara langsung dan terus dikembangkan.
Ke depannya, Tim Nawasena menargetkan pengembangan E-Walk agar mampu menghasilkan energi dengan lebih optimal. Selain itu, sistem penyimpanan serta pemanfaatan energi yang dihasilkan juga diharapkan dapat dibuat lebih efektif.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membawa E-Walk tidak hanya berhenti sebagai sebuah prototipe, tetapi berkembang menjadi inovasi yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Bagi Nawasena, berjalan kaki bukan sekadar aktivitas untuk bergerak maju.
Setiap langkah memiliki potensi menjadi energi, dan setiap energi dapat menjadi awal dari sebuah perubahan.
Melalui E-Walk, langkah sederhana mahasiswa UMB menjadi sebuah gagasan inovatif yang membuka peluang bagi masa depan pemanfaatan energi alternatif.


