Prestasi membanggakan ditorehkan Riski, lulusan Program Studi Sistem Informasi, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Capaian tersebut menjadi bukti komitmennya dalam menempuh pendidikan tinggi sekaligus menunjukkan pentingnya konsistensi, pemahaman konsep, dan praktik dalam proses belajar.

Riski lahir di Kepahiang pada 16 Juni 2004. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Selama menjalani perkuliahan, Riski menempatkan proses belajar sebagai perjalanan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan teknologi, serta nilai-nilai etika yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan dunia profesional.

Hal tersebut tercermin dalam moto hidup yang dipegangnya, yakni, “Hidup adalah proses integrasi: menyelaraskan ilmu, teknologi, dan etika untuk memberi dampak positif.”

Baginya, keberhasilan dalam bidang teknologi informasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkannya secara bijaksana untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Kembangkan Sistem Informasi Berbasis Web

Dalam menyelesaikan studi, Riski mengangkat skripsi berjudul “Perancangan Sistem Informasi Pemesanan Jasa Travel pada Travel Jaya Kota Bengkulu Berbasis Web.”

Topik tersebut menunjukkan ketertarikannya terhadap pengembangan sistem informasi yang dapat mendukung kebutuhan layanan dan aktivitas bisnis. Melalui penelitian ini, Riski mengangkat pemanfaatan teknologi berbasis web dalam proses pemesanan jasa travel, sehingga sistem informasi dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung pelayanan yang lebih terstruktur dan efektif.

Pemilihan topik tersebut juga relevan dengan perkembangan transformasi digital yang mendorong berbagai sektor usaha untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Bagi Riski, proses penyusunan skripsi menjadi bagian penting dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam persoalan nyata. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan digital dan pola pikir solutif.

Konsistensi Menjadi Kunci Keberhasilan

Di balik capaian IPK 3,95, Riski memiliki prinsip belajar yang sederhana tetapi bermakna. Ia menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak semata-mata bergantung pada bakat, melainkan juga pada kebiasaan belajar yang dilakukan secara konsisten.

“Konsistensi mengalahkan bakat, pahami konsep intinya, cicil setiap hari, dan praktikkan langsung,” demikian tips belajar yang dibagikannya.

Menurut prinsip tersebut, mahasiswa perlu membangun kebiasaan belajar secara bertahap, memahami materi hingga ke inti persoalan, serta menguji pengetahuan melalui praktik langsung. Pendekatan ini penting, khususnya bagi mahasiswa Sistem Informasi yang dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengembangan solusi berbasis teknologi.

Pesan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi materi perkuliahan yang sulit. Dengan disiplin, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian mencoba, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi sesuai kemampuannya.

Berharap Almamater Terus Melahirkan Generasi Inovatif

Sebagai lulusan, Riski menyampaikan harapan dan doa bagi kemajuan almamater tercinta. Ia berharap perguruan tinggi tempatnya menimba ilmu terus berkembang menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

“Semoga almamater tercinta terus menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang melahirkan generasi inovatif, berintegritas tinggi, dan siap membawa kemajuan nyata bagi bangsa serta dunia digital masa depan,” ungkapnya.

Harapan tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan zaman melalui kreativitas, integritas, dan penguasaan teknologi.

Pencapaian Riski dengan IPK 3,95 menjadi pengingat bahwa prestasi akademik dapat dibangun melalui proses yang konsisten, tujuan yang jelas, dan kemauan untuk terus berkembang. Lebih dari sekadar angka, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Riski untuk mengembangkan kompetensi profesional serta menghadirkan manfaat nyata melalui ilmu dan teknologi yang dimilikinya.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?