Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menorehkan momen bersejarah melalui keberhasilan Dwi Tresna Abimanyu sebagai lulusan perdana sekaligus lulusan terbaik Program Studi Arsitektur. Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, sebuah pencapaian membanggakan yang menjadi tonggak awal perjalanan akademik Program Studi Arsitektur UMB dalam melahirkan lulusan berkualitas.

Lahir di Manna pada 22 Januari 1982, Dwi Tresna Abimanyu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Prestasi yang diraihnya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi catatan penting bagi pengembangan pendidikan arsitektur di Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Keberhasilannya menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,96 menunjukkan kesungguhan dalam menjalani proses akademik. Terlebih, statusnya sebagai lulusan perdana sekaligus terbaik menempatkan dirinya sebagai bagian penting dari sejarah awal Program Studi Arsitektur UMB.

Bagi Dwi, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari prinsip hidup dan manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. Hal itu tercermin dalam motto hidupnya, “Kokoh dalam prinsip, rendah hati dalam tindakan, bermanfaat bagi sesama.”

Motto tersebut menggambarkan nilai yang ingin terus dipegangnya dalam menjalani kehidupan, baik dalam pengembangan diri maupun dalam berkarya di bidang arsitektur.

Rancang Gedung Olahraga Tipe A dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer

Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Dwi mengangkat judul skripsi “Perancangan Gedung Olahraga Tipe A dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Kota Bengkulu.”

Penelitian dan perancangan tersebut berfokus pada pengembangan desain gedung olahraga tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer, yang dapat menjadi salah satu referensi dalam perencanaan fasilitas olahraga di Kota Bengkulu.

Pemilihan topik ini relevan dengan kebutuhan pengembangan sarana olahraga yang mampu menunjang aktivitas masyarakat, kegiatan pertandingan, serta pembinaan atlet. Gedung olahraga tidak hanya dituntut memiliki fungsi yang optimal, tetapi juga perlu memperhatikan kenyamanan pengguna, efisiensi ruang, aspek keselamatan, dan kualitas estetika bangunan.

Pendekatan arsitektur kontemporer memberikan ruang bagi penerapan gagasan desain yang responsif terhadap kebutuhan masa kini, perkembangan teknologi, serta karakter lingkungan tempat bangunan didirikan.

Melalui karya tersebut, Dwi menunjukkan bagaimana ilmu arsitektur dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan fasilitas publik. Perancangan bangunan olahraga juga memiliki potensi untuk mendukung perkembangan aktivitas sosial dan olahraga masyarakat di Kota Bengkulu.

Teknik Belajar dengan Pengulangan Bertahap

Di balik pencapaian akademiknya, Dwi membagikan tips belajar yang dapat diterapkan oleh mahasiswa, yaitu menggunakan teknik spaced repetition atau pengulangan materi secara berkala.

Teknik ini dilakukan dengan mempelajari kembali materi pada rentang waktu tertentu, misalnya hari pertama, hari ketiga, dan hari ketujuh. Pengulangan bertahap membantu memperkuat daya ingat dan mendukung pemahaman materi dalam jangka panjang.

Menurutnya, belajar tidak cukup hanya dilakukan sekali menjelang ujian. Mahasiswa perlu membangun kebiasaan untuk meninjau kembali materi secara teratur agar pengetahuan yang diperoleh lebih mudah dipahami dan diingat.

Tips tersebut relevan bagi mahasiswa arsitektur yang perlu menguasai berbagai aspek keilmuan, mulai dari teori dan konsep desain hingga kemampuan menerapkan pengetahuan dalam proses perancangan.

Kebiasaan belajar secara terstruktur juga dapat membantu mahasiswa mengembangkan pola kerja yang disiplin, sistematis, dan konsisten dalam menyelesaikan tugas akademik.

Doakan UMB Terus Unggul dan Menjadi Kebanggaan Bengkulu

Sebagai lulusan perdana Program Studi Arsitektur, Dwi menyampaikan harapan dan doa agar Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berprestasi.

“Semoga Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus maju, unggul, dan berprestasi, serta senantiasa melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia. Jaya selalu almamater kebanggaan, menjadi penerang dan pendorong kemajuan Bengkulu untuk Indonesia,” ungkapnya.

Harapan tersebut mencerminkan kebanggaan terhadap almamater sekaligus keinginan agar UMB terus berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan Dwi Tresna Abimanyu meraih IPK 3,96 sebagai lulusan perdana sekaligus terbaik Prodi Arsitektur menjadi awal yang membanggakan bagi perjalanan program studi tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa berikutnya untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Lebih dari sekadar pencapaian akademik, perjalanan Dwi membawa pesan bahwa ilmu pengetahuan akan semakin bermakna ketika dipadukan dengan prinsip yang kokoh, sikap rendah hati, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui pencapaian ini, Dwi Tresna Abimanyu menjadi bagian dari langkah awal Program Studi Arsitektur UMB dalam membangun tradisi akademik yang berkualitas serta mendorong lahirnya karya-karya arsitektur yang berkontribusi bagi kemajuan Kota Bengkulu dan Indonesia.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?