Kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemahaman dan pengetahuan, tetapi perlu dibuktikan lewat tindakan nyata. Semangat inilah yang ditunjukkan mahasiswa Program Studi Biologi Semester 5, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melalui kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-Mubaarak, Kota Bengkulu, Ahad (1/11/2026).

Kegiatan yang diisi dengan bakti sosial dan kerja bakti bersama anak-anak panti asuhan tersebut merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), khususnya Islam dan Ilmu Pengetahuan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak mengintegrasikan pemahaman keislaman dan ilmu pengetahuan dengan praktik kehidupan sosial di tengah masyarakat.

Dalam suasana penuh kebersamaan, mahasiswa dan anak-anak panti asuhan bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan serta memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas.

Kehangatan kegiatan semakin terasa ketika mahasiswa membagikan nasi kotak untuk dinikmati bersama anak-anak panti asuhan. Makan bersama ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan juga menjadi ruang untuk menjalin silaturahmi, membangun kedekatan emosional, dan menghadirkan kebahagiaan melalui kebersamaan sederhana.

Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran langsung kepada mahasiswa bahwa ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti pada teori yang dipelajari di ruang perkuliahan. Ilmu perlu dihadirkan dalam kehidupan nyata dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan maupun masyarakat. Demikian pula nilai-nilai Islam yang harus tercermin dalam perilaku peduli, semangat gotong royong, dan kesediaan membantu sesama.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, berjiwa sosial, serta memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan keteladanan KH. Ahmad Dahlan yang mengajarkan pentingnya menerjemahkan ajaran agama ke dalam tindakan nyata. Salah satu refleksinya dapat ditemukan dalam pengamalan Surah Al-Ma’un, yang menekankan kepedulian terhadap anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Dengan demikian, keberagamaan tidak hanya diukur dari pemahaman dan pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga dari sejauh mana seseorang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama. Melalui aksi sederhana ini, mahasiswa Biologi UMB berupaya membuktikan bahwa ilmu, iman, dan kepedulian sosial merupakan nilai-nilai yang harus berjalan beriringan.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?