Habibur Rahman, lulusan Program Studi Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), berhasil meraih prestasi akademik dengan memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Capaian ini menjadi bukti kesungguhannya dalam menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan kreativitas di bidang teknologi informasi.

Lahir di Bengkulu pada 29 Juni 2003, Habibur Rahman merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dalam menjalani perjalanan akademiknya, ia memegang prinsip hidup sederhana yang menekankan pentingnya rasa syukur dan proses bertumbuh.

“Bahagia dalam kesederhanaan, bertumbuh dalam rasa syukur,” menjadi motto yang menggambarkan pandangannya dalam menjalani kehidupan. Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan menghargai setiap proses dan terus mengembangkan diri.

Kembangkan Game RPG untuk Pembelajaran Matematika

Dalam menyelesaikan tugas akhirnya, Habibur mengangkat judul skripsi “Pengembangan Media Belajar Menggunakan Game Bergenre Role-Playing Game (RPG) dengan Mekanisme Battle Soal Matematika.”

Melalui penelitian tersebut, ia mengembangkan gagasan pemanfaatan teknologi permainan digital sebagai media pembelajaran matematika yang lebih interaktif dan menarik.

Konsep Role-Playing Game (RPG) memungkinkan pemain menjalankan peran tertentu dalam sebuah permainan, mengikuti alur cerita, serta menghadapi berbagai tantangan. Dalam pengembangan media pembelajaran ini, konsep tersebut dipadukan dengan mekanisme battle atau pertarungan yang melibatkan soal-soal matematika.

Dengan pendekatan tersebut, proses menjawab soal dapat menjadi bagian dari pengalaman bermain. Pemain tidak hanya berhadapan dengan materi pembelajaran, tetapi juga ditantang untuk menyelesaikan persoalan melalui mekanisme permainan.

Pengembangan media seperti ini membuka peluang untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong keterlibatan peserta didik. Unsur tantangan dan interaksi dalam permainan dapat dimanfaatkan untuk mendukung motivasi belajar, selama dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat kemampuan pengguna.

Topik skripsi Habibur juga memperlihatkan bagaimana ilmu Teknik Informatika dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan di bidang pendidikan. Teknologi tidak hanya digunakan untuk membangun sistem atau aplikasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan inovasi dalam proses belajar-mengajar.

Belajar Mandiri, Berdiskusi, dan Terus Mengembangkan Diri

Habibur memiliki pendekatan belajar yang sederhana dan praktis. Ia menyarankan mahasiswa untuk membiasakan diri belajar secara mandiri terlebih dahulu sebelum mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan.

“Belajar otodidak dulu. Kalau mentok, cari komunitas untuk diskusi,” demikian tips belajar yang dibagikannya.

Menurut pendekatan tersebut, belajar mandiri dapat menjadi langkah awal untuk membangun pemahaman dan melatih kemampuan memecahkan masalah. Ketika menemukan kendala, berdiskusi dengan komunitas menjadi kesempatan untuk memperoleh perspektif baru, bertukar pengetahuan, dan menemukan solusi.

Kebiasaan ini sangat relevan bagi mahasiswa Teknik Informatika yang dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, memahami berbagai konsep pemrograman, serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Belajar secara otodidak juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mencari sumber pengetahuan, mencoba berbagai pendekatan, dan tidak selalu bergantung pada penjelasan di ruang kelas.

Sementara itu, diskusi dan kolaborasi membantu mahasiswa menyadari bahwa proses pengembangan kemampuan tidak harus dilakukan sendirian. Perpaduan antara kemandirian dan kemauan belajar bersama dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang dinamis.

Berharap UMB Terus Melahirkan Lulusan Unggul

Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Habibur menyampaikan harapan agar almamaternya terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya dalam dunia pendidikan.

“Semoga almamater terus berkembang, mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Harapan tersebut mencerminkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi Habibur, ilmu yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan menjadi bekal untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang teknologi informasi.

Prestasi IPK 3,94 yang diraihnya menjadi salah satu potret keberhasilan mahasiswa dalam memadukan kesungguhan akademik dengan kreativitas dan inovasi. Melalui pengembangan media pembelajaran berbasis game RPG, Habibur menunjukkan bahwa teknologi memiliki peluang besar untuk menghadirkan pendekatan belajar yang lebih interaktif.

Perjalanannya juga membawa pesan bagi mahasiswa lainnya bahwa kemauan untuk belajar mandiri, keberanian mencari solusi, dan keterbukaan untuk berdiskusi merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri.

Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama menempuh pendidikan di UMB, Habibur Rahman diharapkan dapat terus berinovasi, mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?