Semangat untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan mengantarkan Isni Dwi Rahma meraih prestasi membanggakan sebagai lulusan Program Studi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Perempuan kelahiran Tais, 16 Mei 1987, ini berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85.
Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Isni menunjukkan bahwa komitmen, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan modal penting dalam meraih prestasi akademik. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses memperoleh gelar, melainkan perjalanan untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Semangat tersebut tercermin dalam motto hidup yang dipegangnya, yakni “Keep Standing, Keep Growing, Keep Believing” atau tetap berdiri teguh, terus bertumbuh, dan terus percaya. Motto ini menjadi pengingat bahwa setiap proses membutuhkan keteguhan, kesediaan untuk belajar, dan keyakinan untuk terus melangkah meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Mengembangkan Pembelajaran yang Kritis dan Kolaboratif
Dalam menyelesaikan studinya, Isni mengangkat penelitian berjudul “Model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) untuk Kemampuan Berpikir Kritis dan Kolaborasi Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII SMAN 1 Seluma.”
Penelitian tersebut berfokus pada pembelajaran yang mendorong siswa tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu berpikir kritis, menganalisis persoalan, memecahkan masalah, serta bekerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Melalui kajian terhadap model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL), Isni menaruh perhatian pada pentingnya inovasi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pendidikan.
PBL menekankan pembelajaran melalui permasalahan nyata yang perlu dianalisis dan diselesaikan siswa. Sementara itu, PjBL mendorong siswa belajar melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian proyek. Kedua pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menuntut penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, komunikasi, dan kolaborasi.
Pemilihan topik ini memperlihatkan perhatiannya terhadap pengembangan praktik pembelajaran yang lebih bermakna. Pendidikan, dalam perspektif tersebut, tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga perlu mempersiapkan siswa agar mampu menghadapi persoalan kehidupan secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Disiplin Menjadi Kunci, Jangan Menunda Kesempatan
Di balik pencapaian akademiknya, Isni memiliki tips belajar sederhana tetapi bermakna: “Jangan pernah bilang nanti, lakukan sekarang.”
Pesan tersebut menekankan pentingnya memulai pekerjaan tanpa menunda-nunda. Menurut prinsip yang dipegangnya, kesempatan untuk belajar dan berkembang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin melalui tindakan nyata, bukan sekadar rencana.
Kebiasaan untuk segera memulai, menyelesaikan tanggung jawab, dan menjaga konsistensi menjadi prinsip yang dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan. Sebab, keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam mengelola waktu, kesungguhan menyelesaikan tugas, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Pesan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar tidak menunggu keadaan sempurna untuk memulai sesuatu. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju pencapaian yang lebih besar.
Harapan untuk Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Isni menyampaikan doa dan harapan agar almamater tercintanya semakin maju, unggul, dan berdaya saing. Ia berharap UMB terus menjadi institusi pendidikan tinggi yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga Universitas Muhammadiyah Bengkulu semakin maju, unggul, dan berdaya saing, serta terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” demikian harapan Isni untuk almamaternya.
Ia juga berharap UMB senantiasa menjadi tempat tumbuhnya pemikiran, lahirnya prestasi, dan berkembangnya insan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting bukan hanya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga dalam membentuk pribadi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian.
Harapan tersebut menjadi wujud apresiasi sekaligus dukungan agar UMB terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi akademik, serta mengembangkan lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa dan lulusan untuk terus berinovasi.
Terus Bertumbuh dan Memberi Manfaat
Pencapaian Isni Dwi Rahma dengan IPK 3,85 menjadi bagian dari perjalanan akademik yang mencerminkan semangat untuk terus berkembang. Lebih dari sekadar angka, keberhasilan tersebut membawa pesan bahwa pendidikan merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan ketekunan, keberanian untuk belajar, dan komitmen untuk memberikan dampak positif.
Dengan motto “Keep Standing, Keep Growing, Keep Believing”, Isni menegaskan pentingnya tetap teguh menghadapi tantangan, terus mengembangkan diri, dan menjaga keyakinan terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Perjalanannya di Program Studi Magister Pedagogi UMB diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Bagi Isni, keberhasilan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas. Semangat itulah yang sejalan dengan harapan agar Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus menginspirasi dan mencetak generasi terbaik bagi masa depan bangsa.


