Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjalani Assessment Lapangan Akreditasi yang dilaksanakan pada 25–27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penjaminan mutu akademik guna memastikan standar pendidikan tinggi kesehatan terpenuhi secara optimal.
Assessment lapangan ini dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) dengan menghadirkan dua asesor berpengalaman, yakni Dr. Nurjazuli, S.KM., M.Kes dan Prof. Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, S.KM., M.Kes.
Selama tiga hari pelaksanaan, tim asesor melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap dokumen akreditasi, wawancara dengan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja, serta meninjau langsung sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Kepala Program Studi Kesehatan Masyarakat UMB, Nopia Wati, S.KM., M.Kes mengatakan bahwa assessment lapangan ini merupakan momentum refleksi sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program studi.
“Assessment lapangan ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi ruang evaluasi komprehensif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas caturdharma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat serta Al-Islam dan KeMuhammadiyahan. Kami berkomitmen menghadirkan lulusan kesehatan masyarakat yang kompeten, beretika, dan mampu menjawab tantangan kesehatan di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMB, Dr. Eva Oktavidiati, M.Si menyebut Assessment Lapangan Prodi Kesehatan Masyarakat UMB merupakan bagian dari ikhtiar institusi dalam menjaga mutu dan daya saing program studi.
“Assessment ini menjadi wujud keseriusan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Kami berharap hasil dari proses ini dapat semakin memperkuat posisi Prodi Kesehatan Masyarakat sebagai program studi unggulan yang adaptif terhadap dinamika isu kesehatan global dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan assessment berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif dan penuh semangat kolaboratif. Civitas akademika FIKES UMB menunjukkan kesiapan dan keterbukaan dalam memberikan informasi serta data yang dibutuhkan oleh tim asesor.
Dengan terlaksananya assessment lapangan ini, diharapkan Program Studi Kesehatan Masyarakat UMB dapat meraih hasil akreditasi terbaik serta semakin berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan masyarakat yang profesional, Islami, dan berkemajuan.


