Program Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu kembali melahirkan doktor baru melalui sidang terbuka promosi doktor yang dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026. Promovendus Elni Mutmainnah (NIM E3A0220002) berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Adaptasi Nelayan Berketahanan Iklim untuk Keberlanjutan Kehidupan Nelayan Pesisir Kota Bengkulu” di hadapan tim promotor dan penguji.

Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh tim akademik yang terdiri atas Ketua Promotor Dr. Gita Mulyasari, S.P., M.Si., bersama anggota promotor Prof. Dr. Ir. Sigit Sudjatmiko, M.Sc. dan Dr. Mustopa Romdhon, S.P., M.Si. Tim penguji menghadirkan Prof. Ir. Priyono Parwito, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. M. Irnad, M.Sc., serta Prof. Ir. Fahrurrozi, M.Sc., Ph.D., dengan Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Suharyanto, S.Pt., M.P. turut hadir dalam sidang tersebut.

Dalam pemaparannya, Elni menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan kehidupan nelayan skala kecil. Peningkatan suhu global, perubahan pola cuaca, dan meningkatnya risiko bencana pesisir menyebabkan kelompok nelayan menjadi salah satu sektor yang paling rentan. Di Indonesia sendiri, sekitar 85 persen dari lebih dari 2,4 juta nelayan merupakan nelayan skala kecil yang memiliki keterbatasan kapasitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator kerentanan nelayan akibat perubahan iklim, menilai tingkat kerentanan tersebut, serta mengembangkan model ketahanan iklim yang mampu mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat nelayan pesisir. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian mengintegrasikan pendekatan Vulnerability Framework (VF) dan Sustainable Livelihood Framework (SLF) melalui analisis Structural Equation Modelling (SEM).

Salah satu kebaruan (novelty) penelitian ini adalah berhasil menyusun 38 indikator kerentanan dan penghidupan berkelanjutan yang divalidasi melalui kajian literatur dan Focus Group Discussion (FGD) bersama para pakar dari Universitas Brawijaya, Universitas Bengkulu, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Instrumen tersebut kemudian digunakan untuk menyusun model adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan nelayan pesisir Kota Bengkulu berada pada kategori sedang dengan indeks sebesar 0,37. Penelitian juga menemukan adanya ketimpangan modal aset yang menyebabkan nelayan berada dalam kondisi vulnerability trap atau perangkap kerentanan.

Lebih lanjut, model yang dikembangkan membuktikan bahwa keberhasilan adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim tidak hanya ditentukan oleh bantuan fisik atau modal semata. Kemampuan adaptasi menjadi faktor kunci yang menjembatani modal aset dengan strategi adaptasi sehingga mampu membentuk nelayan yang tangguh terhadap perubahan iklim. Temuan ini mengoreksi anggapan bahwa peningkatan bantuan fisik secara otomatis akan meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat nelayan tanpa adanya penguatan kapasitas adaptif.

Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi berupa instrumen pengukuran kerentanan nelayan yang lebih komprehensif, sekaligus menawarkan model integrasi antara kerentanan dan penghidupan berkelanjutan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemberdayaan nelayan skala kecil. Dari sisi kebijakan, hasil penelitian merekomendasikan agar penguatan kapasitas adaptasi menjadi prioritas utama pemerintah melalui pendekatan berbasis kelompok kerentanan sehingga intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Selain menghasilkan model ilmiah baru, penelitian ini juga telah melahirkan sejumlah luaran akademik berupa publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus Q3, prosiding konferensi internasional, serta penyusunan artikel ilmiah mengenai integrasi pendekatan Sustainable Livelihood dan Vulnerability Framework dalam adaptasi nelayan skala kecil di pesisir Bengkulu.

Melalui disertasi tersebut, Elni Mutmainnah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan adaptasi perubahan iklim, khususnya bagi masyarakat nelayan pesisir, sehingga pembangunan sektor perikanan dapat berlangsung lebih tangguh, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan

Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?