Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bengkulu menerima kunjungan Dr. Rina Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T sekaligus Bendahara Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kampus I Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pengembangan amal usaha pendidikan ‘Aisyiyah agar semakin adaptif terhadap tantangan zaman, profesional dalam pengelolaan, serta mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Dalam arahannya, Dr. Rina Pranawati menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh tata kelola yang profesional. Menurutnya, setiap satuan pendidikan perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh apabila mengalami penurunan jumlah peserta didik.
“Kalau Taman Kanak-kanak kita mulai kekurangan murid, jangan hanya melihat dari sisi jumlah siswa, tetapi lakukan evaluasi secara menyeluruh. Lihat kualitas gurunya, apakah sudah mengikuti perkembangan zaman, bagaimana sarana dan prasarananya, bagaimana kualitas sumber daya manusianya, serta apakah sudah mendapatkan pendampingan yang memadai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan sehingga harus terus meningkatkan kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, metode pembelajaran, serta kebutuhan peserta didik masa kini.
Selain penguatan pada jenjang Taman Kanak-kanak, Dr. Rina menyampaikan bahwa keberadaan Taman Penitipan Anak (TPA) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi layanan pendidikan yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Menurutnya, TPA harus mampu menjadi tempat penitipan anak yang terpercaya, aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Sementara itu, PKBM dapat menjadi solusi nyata dalam memberikan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terlayani oleh pendidikan formal.
Ia juga menegaskan bahwa ‘Aisyiyah memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan anak putus sekolah. Melalui PKBM, ‘Aisyiyah diharapkan dapat memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah akibat berbagai faktor, seperti anak berkebutuhan khusus (ABK), kekerasan, perundungan (bullying), maupun permasalahan sosial lainnya.
“‘Aisyiyah memiliki kekuatan dan pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat. PKBM harus hadir sebagai solusi bagi anak-anak yang kehilangan akses pendidikan karena berbagai kondisi, sehingga mereka tetap memperoleh hak untuk belajar,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Rina juga mendorong setiap Taman Kanak-kanak ‘Aisyiyah memiliki keunggulan yang jelas dan terukur sehingga mampu menjadi pilihan utama masyarakat.
“Kalau kita menyebut sekolah unggul, maka harus jelas apa yang menjadi keunggulannya. Apakah unggul dalam karakter, literasi, pembelajaran, lingkungan, atau bidang lainnya. Keunggulan itu harus nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran ‘Aisyiyah untuk terus mengembangkan pendidikan yang inklusif, sehingga setiap anak, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi khusus yang dimiliki, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif. Melalui kunjungan ini diharapkan seluruh amal usaha pendidikan ‘Aisyiyah di Bengkulu semakin meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat inovasi layanan pendidikan, serta terus berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan yang profesional, unggul, dan inklusif sesuai dengan semangat dakwah berkemajuan yang diusung ‘Aisyiyah.


