Pembelajaran digital dengan memanfaatkan semua kecanggihan teknologi informasi menjadi kebutuhan yang tak bisa dipungkiri saat ini. Kecanggihan informasi menuntut guru dan pendidik menyesuaikan perkembangan dan penguasaan teknologi. Pembelajaran digital yang menjadi tren saat ini mesti dikuasai oleh para pendidik agar tidak ketinggalan informasi dan pengembangan bahan ajarnya.

Menjawab tantangan tersebut, FKIP UM Bengkulu menyelenggarakan Workshop artificial intelligence (AI) bagi guru dengan tema Integrasi Teknologi dan Disiplin Positif Dalam Pendidikan, kegiatan dilaksanakan di ruang aula FKIP UM Bengkulu pada 06 Februari 2024 dengan menghadirkan pembicara utama Asisten Profesor Andi Azhar, Ph.D. – dosen UM Bengkulu lulusan Asia University Taiwan.

Ketua panitia kegiatan – Dr. Tommi Hidayat, M.Pd. menyampaikan rasa terimakasihnya atas antusiasme peserta workshop yang merupakan guru-guru di kota Bengkulu, “Tujuan workshop ini adalah sebagai bahan pembelajaran bagi para pendidik untuk memanfaatkan AI dalam pembelajaran sehingga akan meningkatkan kualitas lulusan serta menjadikan kecanggihan teknologi untuk nilai-nilai positif dalam pendidikan”, terang Tommi selaku Wakil Dekan 1 FKIP UM Bengkulu.

Sementara itu Dr. Ririn Harini, M.P – Wakil Rektor 2 UM Bengkulu menyebut workshop AI ini  menekankan kepada guru untuk tetap mengasah kreatifitas dalam mendidik dengan mengedepankan keseimbangan layanan antara pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran dengan penguatan karakter peserta didik.  “AI mestinya menjadi spirit bagi pendidik untuk terus meningkatkan kualitas diri serta mengasah kemampuan teknologi, saya berharap workshop ini akan bisa mengenalkan AI dan penerapan dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah.”, terang Ririn.

Sementara dalam paparannya Andi Azhar menyebut AI sebagai aplikasi berbasis teknologi buatan yang memiliki kecerdasan layaknya manusia mesti dimanfaatkan dengan bijaksana. “AI mempermudah kita dalam penyiapan bahan ajar, materi dan aplikasi hendaknya tidak menjadikan pendidik malas, namun sebaliknya harus terus mengasah dan memanfaatkannya sebagai bahan kreatifitas dalam pengajaran”, paparnya. Adapun materi yang diajarkan dalam workshop ini antara lain chatgbt, aitor, canva dan Tom App.

Yenny Hesti salah satu peserta workshop merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini dan antusias memanfaatkan AI sebagai penunjang kreatifitas dalam pengajaran. “Saya berharap workshop ini terus berlanjut karena sangat membatu kami sebagai pendidik”, harap Hesti. Pantauan kegiatan workshop ini berlangsung lancar dan peserta antusias dengan materi yang di sampaikan.