Bank Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bengkulu melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK), yang dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi dan kapasitas mahasiswa di bidang kebanksentralan. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) juga mencatatkan diri sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta yang menjadi mitra Program Pendidikan Kebanksentralan Bank Indonesia di wilayah Bengkulu.
Rektor UMB, Dr. Susiyanto menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih mendalam peran dan fungsi bank sentral dalam perekonomian nasional.
“Program ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian terhadap stabilitas ekonomi dan mampu berkontribusi dalam meningkatkan literasi kebanksentralan di masyarakat,” ujar Rektor.
Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) ditujukan bagi mahasiswa aktif minimal semester 3 dari berbagai program studi yang relevan, dengan persyaratan utama memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.0 dan batas usia maksimal 23 tahun untuk jenjang S1/D4 serta 22 tahun untuk D3. Program ini juga memprioritaskan mahasiswa dari keluarga pra sejahtera yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta memiliki komitmen aktif dalam mendukung literasi kebanksentralan.
Adapun program studi yang dapat mengikuti PPK meliputi rumpun Ekonomi dan Bisnis seperti Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Syariah; bidang STEM seperti Teknik, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Matematika, Statistika, dan Aktuaria; bidang Sosial seperti Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosial dan Politik, serta Hukum; hingga sektor prioritas daerah seperti Pariwisata, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Ekonomi Kreatif.
Selain memenuhi persyaratan umum, calon peserta juga diwajibkan melengkapi dokumen pendukung seperti surat rekomendasi dari perguruan tinggi, Kartu Hasil Studi (KHS), fotokopi identitas diri, curriculum vitae (CV), surat motivasi, hingga dokumen prestasi lainnya jika ada.
Dalam program ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu mendapatkan kuota sebanyak 55 mahasiswa penerima. Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman komprehensif mengenai kebijakan moneter, sistem keuangan, serta peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.


