Sebanyak 9 mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) menjadi tamu istimewa dalam Karnaval Internasional Batik Besurek yang digelar Sabtu, 18 April 2026 di kawasan Belungguk Point, Kota Bengkulu. Kehadiran mahasiswa asing ini menambah nuansa global dalam perhelatan budaya khas daerah ini.
Karnaval Batik Besurek tahun ini menempuh rute dari Masjid Jamik Bengkulu, masjid ini syarat sejarah karena dirancang oleh Presiden pertama Indonesia Sukarno rute berlanjut di sepanjang jalan Suprapto dan finish dibundaran Patung Fatmawati di pusat kota dengan jarak kurang lebih 1 kilometer. Ribuan peserta dan masyarakat turut memadati sepanjang rute, menyaksikan ragam busana batik besurek yang menjadi identitas budaya Bengkulu.
Tercatat, sembilan mahasiswa internasional UMB yang hadir berasal dari berbagai negara. Mereka adalah Maawiya Adhan Abdi asal Kenya (Teknik Informatika), Flomo Remember Sirmanlee asal Liberia (Arsitektur), Kashima Cathy asal Uganda (Ilmu Komunikasi), Fuseina Suleemana asal Ghana (Pendidikan Agama Islam), Ahda Hameeyae asal Thailand (Pendidikan Agama Islam), serta empat mahasiswa terbaru yakni Nor Mohammed Emon asal Bangladesh (Manajemen), Mohammed Yakut Mohammed asal Ethiopia (Ilmu Hukum), Hamdi Hamood Ahmed Moqbel Haidar asal Yaman (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), dan Bibi Hamdia Khalili asal Afghanistan (Teknik Informatika).
Salah satu mahasiswa, Flomo Remember Sirmanlee asal Liberia, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai Karnaval Batik Besurek sebagai pengalaman budaya yang sangat berharga.
“Saya sangat senang bisa ikut serta dalam karnaval ini. Ini pengalaman luar biasa bagi saya untuk mengenal budaya Indonesia, khususnya Bengkulu. Batik Besurek sangat unik dan penuh makna,” ujarnya.
Kehadiran mahasiswa internasional ini tidak hanya menjadi daya tarik tersendiri, tetapi juga menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Bengkulu semakin dikenal di kancah internasional. Selain itu, partisipasi mereka menjadi simbol persahabatan lintas budaya serta upaya memperkenalkan kekayaan tradisi lokal ke dunia global.
Karnaval Batik Besurek sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan melestarikan warisan budaya sekaligus mempromosikan Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya. Tahun ini, kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, instansi pendidikan, serta tamu dari dalam dan luar negeri.


