Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Susiyanto, M.Si., menetapkan enam prioritas strategis yang akan menjadi arah pembangunan universitas selama masa kepemimpinannya periode 2026–2030. Enam agenda tersebut disusun sebagai pijakan untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi, meningkatkan daya saing institusi, serta memperluas kontribusi UMB bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
Prioritas pertama adalah memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh aspek kehidupan kampus. Menurut Dr. Susiyanto, identitas UMB sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah harus tercermin tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam budaya kerja, tata kelola, pelayanan, serta aktivitas kemahasiswaan.
“Kampus harus menjadi ruang yang mampu melahirkan lulusan berkarakter Islami, berintegritas, dan memiliki semangat dakwah berkemajuan sesuai nilai-nilai Muhammadiyah,” ujarnya.
Prioritas kedua berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen. UMB akan mempercepat peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor (S-3) sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk mendukung program tersebut, universitas berkomitmen memberikan dukungan pembiayaan bagi dosen yang belum memperoleh beasiswa dari pemerintah maupun lembaga penyedia beasiswa lainnya.
“Investasi terbesar perguruan tinggi adalah sumber daya manusianya. Karena itu, percepatan studi doktor menjadi salah satu program utama yang akan terus didorong,” jelasnya.
Agenda ketiga adalah memperluas internasionalisasi kampus melalui peningkatan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi luar negeri. Selain memperbanyak kolaborasi internasional, UMB juga akan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa mancanegara untuk menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan atmosfer akademik yang lebih global sekaligus memperkuat posisi UMB sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing internasional.
Pada prioritas keempat, UMB akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi bersama, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selanjutnya, prioritas kelima diarahkan pada penguatan hilirisasi hasil penelitian. Dr. Susiyanto menegaskan bahwa hasil riset sivitas akademika tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.
Melalui program hilirisasi, UMB akan mendorong berbagai hasil penelitian agar dapat dikembangkan menjadi produk, teknologi, maupun inovasi yang memiliki nilai tambah dan memberikan dampak terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Sementara itu, prioritas keenam menjadi salah satu agenda besar UMB dalam lima tahun mendatang, yakni mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran yang ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2029.
Persiapan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyediaan lahan, pengembangan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga penyelesaian berbagai persyaratan akademik serta kelembagaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dr. Susiyanto optimistis seluruh prioritas tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh sivitas akademika, Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai mitra strategis.
“Keberhasilan UMB tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar universitas. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan, kami optimistis UMB akan semakin maju, unggul, dan berdaya saing global,” pungkasnya.


