Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu kembali melahirkan inovasi di bidang pertanian dan peternakan berkelanjutan melalui penyelenggaraan ujian terbuka promosi doktor. Dalam sidang yang berlangsung di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Neli Definiati (NPM E3A022003) berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Potensi Kinerja Mikroorganisme Lokal (MOL) dalam Mendukung Produksi Hijauan Pakan Ternak.”
Ujian terbuka tersebut dipimpin oleh Prof Heri Dwi Putranto,S.Pt, M.Sc. PhD sebgai ketua penguji bersama tim promotor yang terdiri atas Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc., Ph.D. sebagai Promotor, didampingi Prof. Ir. Nanik Setyowati, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Nurmeliasari, S.Pt., M.Sc.Agr. sebagai Co-Promotor.
Dalam paparannya, Neli Definiati menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari semakin menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan, serta meningkatnya pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah organik pertanian dan peternakan. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan hijauan pakan ternak seiring pertumbuhan populasi ternak dan tuntutan produktivitas yang semakin tinggi.
Sebagai solusi, penelitian ini mengeksplorasi potensi mikroorganisme lokal yang berasal dari rumen sapi Bali sebagai bioaktivator alami untuk mengolah limbah organik menjadi kompos berkualitas sekaligus meningkatkan produksi hijauan pakan ternak.
Pada tahap awal penelitian, berhasil diidentifikasi sebanyak 41 isolat bakteri rumen sapi Bali yang memiliki berbagai fungsi penting, di antaranya sebagai pelarut fosfat dan kalium, penambat nitrogen, penghasil hormon pertumbuhan tanaman (IAA), serta mikroorganisme yang memiliki aktivitas enzimatik tinggi dalam mempercepat proses dekomposisi bahan organik.
Dari seluruh isolat tersebut, sebanyak 38 isolat terbaik dipilih dan dikombinasikan menjadi konsorsium bakteri rumen yang selanjutnya digunakan sebagai bioaktivator dalam proses pengomposan limbah pertanian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsorsium bakteri dengan dosis MOL 10%, pengomposan selama 8 minggu, dan aplikasi kompos pada dosis 20 t ha⁻¹ merupakan kombinasi perlakuan terbaik. Perlakuan tersebut menghasilkan kompos dengan kualitas yang lebih baik, ditandai oleh kandungan unsur hara yang lebih tinggi serta kemampuan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah. Perbaikan kualitas kompos tersebut berdampak pada peningkatan pertumbuhan rumput gajah sebagai hijauan pakan ternak secara signifikan.
Temuan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan mikroorganisme lokal tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, tetapi juga mendukung sistem pertanian dan peternakan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Disertasi ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem daratan, serta penguatan ketahanan pangan melalui penyediaan hijauan pakan ternak yang berkualitas.
Selain menghasilkan inovasi berupa bioaktivator berbasis konsorsium bakteri rumen sapi Bali, penelitian tersebut juga melahirkan sejumlah luaran akademik yang membanggakan, yaitu dua publikasi internasional, dua seminar internasional, satu Letter of Acceptance (LoA), serta satu naskah artikel ilmiah yang tengah memasuki tahap akhir publikasi.
Pada akhir presentasinya, Neli Definiati merekomendasikan agar penelitian serupa terus dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai limbah pertanian lainnya, seperti limbah kelapa sawit sebagai slow release, kulit kopi, serta limbah sayuran sebagai bahan baku pengembangan mikroorganisme lokal (MOL). Ia juga menyarankan penelitian lanjutan untuk menganalisis mikrobiologi tanah serta mengoptimalkan kombinasi bakteri yang paling efektif.
“MOL berbasis konsorsium bakteri rumen sapi Bali berpotensi menjadi bioaktivator lokal yang mampu mempercepat dekomposisi limbah organik, meningkatkan kualitas kompos, serta mendukung produksi hijauan pakan ternak secara berkelanjutan,” ujar Neli Definiati dalam sidang terbuka tersebut.
Melalui pelaksanaan ujian terbuka promosi doktor ini, Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan riset-riset inovatif yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan di Indonesia.


