Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Susiyanto, M.Si, menjadi narasumber dalam Podcast Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Mengangkat tema “Membangun Kesadaran Politik Mahasiswa di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi mengenai pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Dalam paparannya, Dr. Susiyanto menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya politik yang sehat, cerdas, dan berintegritas. Menurutnya, era digital menghadirkan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengakses informasi politik secara cepat dan luas, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa maraknya hoaks, disinformasi, dan polarisasi di ruang digital.
“Mahasiswa harus menjadi kelompok yang kritis dan rasional dalam menerima informasi politik. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Literasi digital menjadi kunci agar mahasiswa mampu membedakan antara informasi yang benar dan yang menyesatkan,” ujarnya.
Dr. Susiyanto menjelaskan bahwa kesadaran politik tidak hanya dimaknai sebagai partisipasi dalam pemilihan umum, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, kepedulian terhadap persoalan publik, serta keterlibatan aktif dalam proses pembangunan bangsa.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan mahasiswa melalui pendidikan, diskusi ilmiah, penguatan organisasi kemahasiswaan, dan berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya pemikiran kritis serta kepemimpinan yang berintegritas.
“Mahasiswa harus memahami bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi sarana untuk menghadirkan kemaslahatan dan mewujudkan keadilan sosial. Karena itu, kesadaran politik perlu dibangun melalui pendidikan yang mencerahkan dan berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan,” katanya.
Dalam podcast tersebut, Dr. Susiyanto juga menyoroti peran media sosial yang kini menjadi salah satu sumber utama informasi bagi generasi muda. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi, advokasi, dan partisipasi publik yang konstruktif, bukan sebagai ruang penyebaran ujaran kebencian maupun informasi yang dapat memecah belah persatuan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Bengkulu terus berkomitmen membentuk lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Melalui berbagai program akademik dan kemahasiswaan, UMB berupaya menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi pemimpin masa depan dengan integritas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan beradaptasi di era digital.
Podcast KPU Kota Bengkulu ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman politik masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda, sehingga mampu berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Melalui kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan perguruan tinggi, pendidikan politik yang berkelanjutan dapat terus diperkuat demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas dan berkemajuan.


