Universitas Muhammadiyah Bengkulu kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui keberhasilan tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika yang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun 2026.
Tim bertajuk Nawasena UMB Team berhasil menarik perhatian dalam kompetisi yang diselenggarakan melalui Program SIMBELMAWA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan proposal inovatif berjudul “E-WALK: Sepatu Pintar Berbasis Pemanen Energi Piezoelektrik dengan Optimasi Daya Multi-Lapis Transduser dan Penyimpanan Superkapasitor.”
Berdasarkan data seleksi nasional, terdapat 21.237 proposal pendanaan yang diajukan dengan total keseluruhan proposal dan skema insentif mencapai 25.253 proposal. Dari jumlah tersebut, hanya 1.121 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan. Sementara pada kategori khusus PKM-KC, tercatat sebanyak 2.588 proposal diajukan dan hanya 145 proposal yang berhasil memperoleh pendanaan.
Keberhasilan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu karena mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi teknologi berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Tim pengembang E-WALK diketuai oleh Dia Komalla dengan anggota Okti Felianisa, Muhammad Rezki Maulana, dan Rahmat Dzaki Rizja. Mereka mengembangkan konsep sepatu pintar yang mampu mengubah tekanan langkah kaki menjadi energi listrik melalui teknologi piezoelektrik multi-lapis.
Energi yang dihasilkan dari aktivitas berjalan kemudian distabilkan menggunakan modul energy harvesting, disimpan pada superkapasitor dan baterai Li-Po, lalu dimanfaatkan untuk mengisi daya perangkat elektronik kecil melalui sistem power bank kit. Inovasi tersebut juga dilengkapi sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32-C3 Mini dan koneksi Bluetooth.
Ketua tim, Dia Komalla, menyampaikan bahwa E-WALK hadir sebagai jawaban atas tantangan kebutuhan energi ramah lingkungan di masa depan.
“Kami ingin menghadirkan inovasi sederhana yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, tetapi memiliki dampak besar terhadap pengembangan energi alternatif. Melalui E-WALK, langkah kaki bukan hanya menjadi aktivitas biasa, melainkan sumber energi yang bermanfaat,” ujarnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa lolos pendanaan PKM-KC menjadi bukti bahwa budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus terus tumbuh secara progresif.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu tidak hanya mampu bersaing secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang menjawab tantangan zaman. E-WALK merupakan representasi semangat generasi muda yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kami berharap inovasi seperti ini terus berkembang dan menjadi kontribusi nyata kampus bagi masyarakat serta kemajuan teknologi nasional,” ungkap Rektor.
Sementara itu, tim juga berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap prototipe semata, melainkan dapat terus dikembangkan menjadi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami berharap E-WALK dapat menjadi awal lahirnya inovasi energi terbarukan dari mahasiswa daerah yang mampu bersaing secara nasional bahkan internasional. Semoga riset ini dapat terus dikembangkan menjadi produk nyata yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan,” ungkap tim Nawasena UMB.
Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan riset mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif di tengah tantangan krisis energi global, sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bengkulu. solusi inovatif di tengah tantangan krisis energi global, sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.(Tim)


