FIKES UM Bengkulu: Universitas Muhammadiyah Bengkulu bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur menyelenggarakan seminar nasional tentang Kawasan Bebas Rokok (KTR) di Kabupaten Kaur yang bertempat di GSG, Selasa 12/12/23. Kegiatan ini diikuti peserta dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan berbagai instansi lainya.

Hadir sebagai pemateri nasional ketua tobacco community Bambang Priyono, SE.I, Analis legislatif Madya PUSAKA Setjen DPR RI Dr. Rohani Budi Prihatin, S,Ag M.Si, Sekretaris Dinas Kesehatan Kaur Yasman,S,M.Pd. dibuka langsung oleh Bupati Kaur.

Dalam penyampaiannya Bupati Kaur lismidianto mengatakan, pada saat ini tantangan terbesar yang dihadapi manusia bukan hanya terkait dengan kemajuan teknologi, ekonomi atau politik tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat dan pelestarian lingkungan, untuk itu salah satu langkah krusial yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini adalah melalui implementasi Kawasan Tanpa Rokok(KTR), hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang lebih baik.

kawasan tanpa rokok merupakan konsep yang dirancang untuk menciptakan lingkungan bebas asap rokok dengan membatasi atau bahkan melarang merokok di area tertentu seperti ruang publik, tempat kerja, dan tempat rekreasi, karena urgensinya mencakup berbagai aspek yang berpengaruh dalam kesehatan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan demi perkembangan positif generasi muda.

Ia yang menjelaskan kawasan tanpa rokok menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan melalui Regulasi, Edukasi dan Partisipasi masyarakat.

“Harapan kita Kabupaten Kaur kedepannya dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan yang dapat memberikan dampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga mampu menjadi suplemen dan semangat disetiap elemen untuk saling bahu-membahu dalam mengawal penerapan Perda kawasan tanpa rokok,” ungkapnya.

SUMBER : rri.co.id