FISIP UM BENGKULU : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu ( FISIP UM Bengkulu) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu menandatangani kesepakatan bersama. Penandatanganan ini dilaksanakan sebagai upaya memerangi persebaran berita hoaks yang meresahkan masyarakat.

Kesepakatan ini mencakup serangkaian kerja sama yang melibatkan pemberian edukasi kepada masyarakat terkait bahaya berita hoaks, penelitian kolaboratif tentang pemahaman masyarakat terhadap berita hoax, serta monitoring hasil pemberian edukasi.

Dekan FISIP UM Bengkulu, Dr. Juliana Kurniawati, M.Si. mengatakan pentingnya kerja sama, mengingat begitu mudahnya masyarakat dalam memperoleh informasi di era digital saat ini, yang seringkali diikuti oleh persebaran berita tidak benar atau hoaks. Sehingga membutuhkan upaya-upaya strategis untuk mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam mengonsumsi informasi.

Sementara itu, Gushevinalti dari Mafindo Bengkulu menambahkan, “Sebagai organisasi yang fokus pada pencegahan penyebaran hoaks, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan seperti UM Bengkulu, untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis terhadap informasi.”

Kesepakatan bersama ini akan berlaku selama tiga tahun sejak tanggal ditandatangani. Kedua belah pihak memiliki harapan besar bahwa melalui kerja sama ini, tingkat literasi informasi masyarakat Bengkulu, khususnya terkait berita hoaks, dapat meningkat.

Diharapkan dengan kolaborasi antara dunia pendidikan dan organisasi nonprofit seperti ini, masyarakat Bengkulu dapat lebih terlindungi dari bahaya hoaks yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 20 September 2023 di Aula Hasan Din, Kampus 4 UM Bengkulu ini Dr. Juliana Kurniawati, sebagai Dekan FISIP UM Bengkulu dan Gushevinalti selaku Korwil Mafindo Bengkulu, menjadi penandatangan perwakilan dari kedua pihak.