Program studi Arsitektur merupakan program studi termuda di UM Bengkulu. Muda usia tidak menjadikan program studi ini sepi kegiatan, justru dengan semangat mudanya prodi Arsitektur terus melakukan inovasi dan kreativitas guna menjadikan Bengkulu kian cantik dan artistic. Terbaru prodi Arsitektur UM Bengkulu adakan sharing class guna mundorong terbentuknya ruang terbuak hijau di kota Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan 4 Februari 2024 dan merupakan sumbangsih prodi arsitektur UM Bengkulu guna menjadikan kota Bengkulu asri dengan ketersediaan sarana prasarana yang menarik dan kekinian.


“Ini merupakan sharing class ke-4 yang kita selenggarakan dengan menghadirkan narasumber yang memiliki latar belakang praktisi arsitektur dengan pelaksanaan melalui aplikasi zoom”, jelas Gaby Fatona, ST.,M.Sc ketua program studi Arsitektur UM Bengkulu. Lebih jauh geby menerangkan kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) provinsi Bengkulu dengan peserta mahasiswa prodi Arsitektur dan stakeholder lainnya. “Saat ini kita memiliki lima laboratorium; laboratorium perancangan Arsitektur, Teknologi dan kinerja bangunan, Tata Kelola Lingkungan, Bisnis Arsitektur, dan Lab Sejarah dan Perkembangan arsitektur”, tambah Geby. Kelengkapan laboratirium ini tentu akan menjadikan lulusan Arsitektur UM Bengkulu makin siap menghadapi tantangan dunia kerja nantinya.


Sementara itu Ir. Vikri Febrianto, ST mewakili Kepala Balai Pemukiman Prasarana Wilayah Bengkulu dalam materinya menyebut adanya keterkaitan erat materi kuliah di kampus dengan desain universal di lapangan. “Materi sharring class memastikan wawasan mahasiswa bertambah dan menyadarkan kita semua akan pentingnya ruang terbuka hijau di lingkungan kita guna menjaga ekosistem dan kehidupan yang berimbang anata keinginan manusia dan kelestarian alam sekitar”, jelasnya. Lebih jauh Vikri menjelaskan istilah RTH begitu familiar karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang kita lihat, lewati, dan rasakan sehari-hari. Diskursus soal RTH tidak hanya terkait teknis tapi juga non-teknis seperti kendala pengelolaan RTH yang belum tuntas sehingga sharring dari Ikatan Arsitektur Indonesia provinsi Bengkulu yang sudah berpengalaman di lapangan serta mahasiswa yang mendalami teori di kelas menjadi kolaborasi yang komplet guna memastikan RTH ada dan berfungsi baik di kota Bengkulu.
“BPPW siap melibatkan mahasiswa arsitektur UM Bengkulu untuk beberapa project yang sedang dikerjakan oleh BPPW”, tegas Vikri. Ide dan pemikiran dari kampus akan memotivasi kami untuk terus berkarya dalam mewujudkan kota Bengkulu yang asri dan futuristic. Sementara itu tanggapan menarik disampaikan salah satu peserta yang merasa sangat antusias. “Kami mahasiswa Arsitektur UM Bengkulu merasa bangga dengan kegiatan ini, dan kami bisa memberikan sumbangsih pemikiran guna menciptakan RTH di kota Bengkulu”. Kegiatan berlangsung menarik dengan paparan ide serta gagasan dari peserta dan pemateri kegiatan sharring class #4 ini.

Kegiatan survey lapangan ke taman wisata Queen Aviary Bengkulu, melihat penggunaan material bambu dan instalasi seni bambu