LPPI UM BENGKULU – Muhammadiyah merupakan gerakan Islam dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid (pembaruan tentang pokok ajaran Islam) yang bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah as-Sohihah. Muhammadiyah didirikan dengan maksud dan tujuan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenarnya.

Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebagai institusi pendidikan tentu memiliki misi guna menciptakan kader yang memiliki keilmuan dan wawasan serta aktualisasi nilai keislaman dan kemumadiyahan pada setiap lulusannya. Lembaga pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UM Bengkulu merupakan lokomotif utama dalam mewujudkan penerapan nilai keislaman dalam aktivitas kehidupan civitas akademika.

Guna meningkatkan kapasitas dan percepatan aktualisasi nilai keislaman dalam kehidupan kampus, LPPI UM Bengkulu melaksanakan Upgrading Dosen dan Evaluasi Al Islam dan Kemumadiyahan dengan tema “Kristalisasi Pembelajaran Al Islam dan kemumadiyahan menuju Kampus UM Bengkulu yang mencerahkan” kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Februari 2024 di ruang rapat kampus 1. “Upgrading ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi guna meningkatkan pemahaman keagamaan dan perspektif keislaman dan kemumadiyahan, upaya penyamaan pokok-pokok pembelajaran AIK serta membangun kolaborasi dosen dan mahasiswa guna menciptakan kampus yang Islami”, terang ketua LPPI Dr. Amrullah, M.Si.

Lebih jauh Amrullah menyebut, Al Islam dan Kemumadiyahan sebagai wadah dan dasar untuk pembelajaran mahasiswa sehingga lulusan UM Bengkulu memiliki bekal tidak hanya ilmu pengetahuan namun imtaq yang kuat. “Kita akan terus mendorong mahasiswa dan civitas akademika UM Bengkulu untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dalam keseharian sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan kampus yang Islami”, tegas Amrullah.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UM Bengkulu,  Drs. Surohim, M.Si dalam sambutannya menyebut pentingnya kesepahaman antara semua dosen pengampu AIK agar keselarasan pembelajaran serta kesamaan ide dalam menciptakan kampus islami selaras pada semua civitas akademika. “Perlu disamakan kesamaan arah dan target dosen AIK agar ada keselarasan dan kesamaan dalam pengajaran Al Islam dan Kemumadiyahan”, harap Surohim.

Di lain sisi kontribusi pemikiran di sampaikan salah satu pemateri Dr. Syaifullah, M.Ag yang menekankan pada penuntasan materi dasar pemberantasan buta baca Qur’an, “target dan tahapan awal yang mesti dituntaskan adalah pemberantasan buta baca tulis Al-Qur’an bagi mahasiswa UM Bengkulu, jika mahasiswa sudah terbebas dari pijakan dasar ini pembelajaran dan pengamalan nilai keislaman dalam kehidupan kampus akan mudah terwujud”, jelas Syaifullah. Kegiatan Upgrading berjalan lancar dan memberikan penguatan spirit bagi dosen AIK UM Bengkulu guna mewujudkan Islamisasi kampus kedepannya.