Bertempat di masjid Al-Farabi Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LP2i) pada Jum’at 23 Februari 2024 mengadakan pengajian gabungan dalam rangka peringatan isra’ Mi’raj dan sambut Ramadhan 1445 H. Kajian bersama jumat kali ini berlangsung meriah dihadiri Rektor, wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga dan unit serta dosen dan karyawan UMB. Dalam kesempatan tersebut menghadirkan narasumber yang merupakan alumni program studi pendidikan bahasa Inggris UMB ustadz Jaliludin, S.Pd, S.P.,S.Sos.I

“Kajian jumat ini merupakan kegiatan rutin LP2i yang terbagi dalam kegiatan tahsin mingguan maupun kajian gabungan secara periodic seperti ini”, jelas Dr. Amrullah Boerman, M.Si. lebih rinci doktor Sosiologi lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini memastikan program islamisasi kampus UMB akan terus dilakukan untuk seluruh civitas akademika. “Salah satu program LP2i adalah berantas buta baca tulis al-qur’an untuk civitas akademika, tidak hanya dosen dan karyawan tapi seluruh mahasiswa UMB kita targetkan tuntas persoalan mendasar ini”, Ujar Ketua LP2i. Amrullah menjelaskan saat ini telah tersedia kelas dengan berbagai kualifikasi dalam rangka menuntaskan buta baca tulis qur’an di tingkat dosen dan karyawan, sementara di tingkat mahasiswa kita optimalkan program mentoring untuk menyelesaikan persoalan ini. “Program mentoring akan terus kita galakkan dengan melibatkan aktivis mahasiswa, IMM dan UKM agar syiar islam dan Ke-Muhammadiyahan semakin terasa dalam aktivitas keseharian UMB.

Dalam kajiannya Ustadz Jaliludin menyebut Isra’ Mi’raj merupakan tonggak awal diperintahkannya kewajiban sholat lima waktu. “ibadah sholat ini istimewa, diterima juga lewat proses istimewa dan kedudukannya pun istimewa”, terang ustadz yang juga alumni program KPI UMB ini. Sholat menurut ustadz Jalil merupakan bentuk komunikasi langsung hamba dengan sang khalik dan menjadi pembeda antara muslim dan kafir. “Muslim yang baik adalah mereka yang selalu menjaga sholat dan hubungan mereka baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama”, tegasnya. Dengan  gaya leleuconnya ustadz Jalili menjadikan peringatan isra’ mi’raj UMB semakin meriah dan bermakna. “Jangan lupa siapkan diri untuk memaksimalkan amal di bulan ramadhan”, pesan pendidik di salah satu pondok pesantren di kota Bengkulu ini. Maksimalkan diri, amal, fisik, sedekah dan kebaikan di bulan mulai ramadhan nanti, tutup Ustadz Jalil diakhir tausiyahnya.