Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali memberikan kepercayaan kepada Dr. Susiyanto, M.Si. untuk memimpin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) periode 2026–2030. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 277/KEP/L.0/D/2026 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Masa Jabatan 2026–2030.
Keputusan itu tidak hanya menjadi penanda dimulainya periode kepemimpinan baru, tetapi juga merupakan pengakuan atas berbagai capaian strategis yang berhasil diwujudkan UMB di bawah kepemimpinan Dr. Susiyanto dalam beberapa tahun terakhir.
Di lingkungan pendidikan tinggi Bengkulu, nama Dr. Susiyanto dikenal sebagai akademisi sekaligus pemimpin transformasional yang berhasil membawa UMB tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi swasta paling diperhitungkan di wilayah Sumatra.
Latar belakang akademiknya yang kuat dalam bidang sosiologi dan antropologi turut membentuk cara pandangnya dalam memimpin institusi. Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Padjadjaran itu menaruh perhatian besar pada isu keberagaman sosial, hubungan antaretnik, mobilitas sosial, hingga pembangunan masyarakat yang inklusif.
Sebelum dipercaya menjadi rektor, Dr. Susiyanto mengemban amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan mahasiswa, pengembangan organisasi, serta arah strategis perguruan tinggi di tengah perubahan yang terus berlangsung.
Sejak memimpin UMB, berbagai agenda pembenahan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi layanan akademik, pengembangan riset dan inovasi, hingga perluasan jejaring kerja sama nasional maupun internasional.
Buah dari transformasi tersebut terlihat jelas melalui sejumlah capaian yang berhasil diraih kampus.
Tonggak sejarah paling penting adalah keberhasilan Universitas Muhammadiyah Bengkulu meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Predikat Unggul berdasarkan SK BAN-PT Nomor 2559/SK/BAN-PT/Ak/PT/VIII/2025. Predikat tertinggi dalam sistem akreditasi nasional tersebut menjadi bukti peningkatan mutu yang dilakukan secara konsisten pada aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan.
Status unggul tersebut diperkuat oleh kualitas program studi yang dimiliki UMB. Dari 28 program studi yang ada, 14,29 persen telah terakreditasi Unggul, 78,57 persen terakreditasi Baik Sekali, dan 7,14 persen terakreditasi Baik.
Pada saat yang sama, UMB juga berhasil memperoleh Sertifikasi Internasional ISO 21001:2018, sebuah pengakuan atas penerapan sistem manajemen organisasi pendidikan berstandar internasional yang mengedepankan profesionalisme dan peningkatan mutu berkelanjutan.
Prestasi kelembagaan lainnya hadir melalui raihan Peringkat 1 Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 Bidang Evaluasi Pembelajaran Tingkat LLDIKTI Wilayah II Tahun 2025. Penghargaan tersebut menunjukkan keberhasilan UMB dalam membangun sistem pembelajaran yang efektif, terukur, dan berorientasi pada kualitas lulusan.
Transformasi juga tampak pada penguatan sumber daya manusia. Pada Tahun Akademik 2025/2026, UMB didukung oleh 262 dosen tetap, terdiri dari 86 doktor dan 176 magister. Sebanyak 193 dosen telah memiliki Sertifikat Pendidik, sementara 20 dosen sedang menempuh studi doktoral di dalam maupun luar negeri. Selain itu, 105 tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam mendukung layanan akademik dan administrasi kampus.
Kepercayaan masyarakat terhadap UMB pun terus meningkat. Dalam empat tahun terakhir jumlah pendaftar mahasiswa baru menunjukkan tren positif, dari 1.701 pendaftar pada tahun akademik 2022/2023 menjadi lebih dari 2.200 pendaftar pada tahun akademik 2025/2026.
Di tingkat internasional, UMB menunjukkan perkembangan yang semakin menjanjikan. Kampus ini kini menjadi tujuan pendidikan mahasiswa dari Thailand, Ghana, Uganda, Kenya, Liberia, Afghanistan, Yaman, Bangladesh, hingga Etiopia.
Program pertukaran mahasiswa ke Khon Kaen University Thailand, Asia University Taiwan, Krirk University Thailand, serta berbagai program magang internasional di Malaysia dan Thailand menjadi bagian dari strategi internasionalisasi yang terus diperkuat. Hingga saat ini, puluhan mahasiswa UMB telah mengikuti program akademik dan pertukaran budaya di luar negeri.
Prestasi mahasiswa juga terus meningkat. Berbagai penghargaan berhasil diraih pada tingkat internasional, nasional, maupun regional dalam bidang karya tulis ilmiah, essay, poster ilmiah, qori internasional, olahraga, karate, badminton, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), hingga kompetisi sastra.
Pada sektor penelitian dan pengabdian masyarakat, UMB mencatat kemajuan yang signifikan. Tercatat 438 kegiatan pengabdian masyarakat tingkat perguruan tinggi, 41 kegiatan tingkat nasional, dan 51 kegiatan tingkat internasional berhasil dilaksanakan.
Produktivitas dosen juga terus meningkat. Universitas memperoleh pendanaan penelitian dari Kemendikbudristek sekitar Rp1,3 miliar. Sebanyak 12 dosen menerima hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, sementara 9 proposal dosen berhasil memperoleh pendanaan Program BIMA Tahun 2026.
Budaya akademik yang semakin kuat turut tercermin dari perkembangan publikasi ilmiah. Jumlah jurnal terakreditasi SINTA meningkat dari tujuh jurnal pada tahun 2023 menjadi 20 jurnal pada tahun 2025. Saat ini UMB mengelola 37 jurnal ilmiah, menghasilkan 115 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan menerbitkan 107 buku karya dosen serta sivitas akademika.
Di luar capaian akademik, UMB juga memperkuat program-program strategis seperti pengembangan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1), hilirisasi hasil penelitian, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah.
Ke depan, UMB juga tengah mempersiapkan berbagai langkah besar, mulai dari pendirian Fakultas Kedokteran, penguatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), pengembangan Program Magister Ilmu Komputer, hingga percepatan digitalisasi layanan kampus.
Di tengah kesibukannya sebagai pemimpin institusi, Dr. Susiyanto tetap aktif meneliti dan menulis. Salah satu karya yang dikenal luas adalah buku Interaksi Antar Etnik dalam Kerangka Etnisitas: Teori, Konsep, dan Implementasinya, yang memperkuat reputasinya sebagai akademisi di bidang sosiologi dan hubungan antaretnik.
Penetapan kembali Dr. Susiyanto sebagai Rektor UMB periode 2026–2030 menjadi sinyal kuat bahwa transformasi yang telah dimulai akan terus berlanjut. Dengan fondasi mutu yang semakin kokoh, jejaring yang semakin luas, serta dukungan penuh Persyarikatan Muhammadiyah dan sivitas akademika, UMB kini menatap babak baru sebagai perguruan tinggi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.


