Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) bersiap memasuki babak baru dalam perjalanan Internasionalisasi perguruan tinggi dengan berpartisipasi pada Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada 22–25 Juni 2026. Kehadiran UMB dalam forum global tersebut menjadi bagian dari langkah strategis menuju pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) Ranking.

Kepala UMB Global Engagement, Andi Azhar, Ph.D, menjelaskan bahwa partisipasi UMB di GSDC 2026 merupakan tindak lanjut arahan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kepada seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang telah terakreditasi Unggul maupun yang sedang menargetkan capaian tersebut agar mulai memasuki ekosistem pemeringkatan internasional.

“Di tingkat global terdapat dua pemeringkatan perguruan tinggi yang paling banyak dijadikan rujukan, yaitu Times Higher Education (THE) Ranking dan QS World University Rankings. Saat ini UMB diarahkan untuk fokus mempersiapkan diri agar dapat masuk dalam pemeringkatan THE,” ujar Andi Azhar.

Dalam forum yang diperkirakan dihadiri lebih dari 5.000 peserta dari berbagai negara tersebut, UMB tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga akan memperkenalkan dua produk unggulan dari Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UMB, yakni kopi hutan dan madu hutan, kepada akademisi, pelaku bisnis, aktivis, hingga perwakilan pemerintah dari berbagai belahan dunia.

GSDC 2026 merupakan forum internasional yang berfokus pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Komitmen dan kontribusi perguruan tinggi terhadap SDGs menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian pemeringkatan THE Impact Rankings.

Berdasarkan hasil pemetaan dan analisis yang dilakukan Tim UMB Global Engagement (UGE), UMB memiliki keunggulan pada enam tujuan SDGs yang akan dipromosikan selama kegiatan berlangsung. Keenam bidang tersebut meliputi SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Keunggulan tersebut antara lain didukung oleh capaian akreditasi unggul pada berbagai program akademik, penerapan standar mutu internasional ISO 21001:2018, pengelolaan kawasan hutan seluas 1.992 hektare, riset terkait karbon hutan dan kesehatan kawasan bekas tambang batu bara, pengembangan ekonomi biru di Pulau Enggano, hingga jaringan kemitraan internasional yang telah menjangkau lebih dari 25 negara.

Menurut Andi Azhar, keikutsertaan UMB dalam GSDC 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kontribusi kampus terhadap pembangunan berkelanjutan sekaligus memperluas jejaring kerja sama global.

“Melalui GSDC 2026, UMB ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Bengkulu mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, serta siap menjadi bagian dari percakapan global tentang masa depan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Partisipasi dalam GSDC 2026 diharapkan menjadi langkah awal yang semakin memperkuat posisi UMB sebagai perguruan tinggi unggul, berdaya saing internasional, dan siap menembus pemeringkatan dunia melalui kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?