FEB UM BENGKULU – Universitas Muhammadiyah Bengkulu menjadi salah satu dari 44 univesitas anggota Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) di Indonesia yang ikut melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan University of Economics and Financial (UEF) di Ho Chi Minh City Vietnam.

Penandatanganan MoU ini memberikan dampak positif bagi universitas sebagai strategi dalam internasionalisasi pendidikan, melatih masyarakat global, mencapai standar akreditasi kualitas internasional dan, menghadirkan program pelatihan berkualitas bagi peserta didik, dan berkontribusi di berbagai aspek  dalam hubungan internasional antara Vietnam dan Indonesia.

Isi perjanjian kerjasama dalam upacara tersebut menitikberatkan pada program pertukaran staf – dosen, penyelenggaraan program wisata untuk saling terhubung dan belajar dalam penelitian dan pengajaran; menyelenggarakan program pertukaran pelajar dan belajar di luar negeri; memperluas peluang kerjasama penelitian ilmiah; Melaksanakan program kuliah bersama dan seminar antar pihak; memajukan kerja sama dan kolaborasi akademik lainnya berdasarkan kesepakatan bersama.

Dr. Do Huu Nguyen Loc – Wakil Rektor, Direktur Institut Internasional mengirimkan salam kepada delegasi mitra dan memperkenalkan informasi umum tentang UEF. Ia menekankan program internasional dan berharap setelah penandatanganan, UEF dan universitas akan menggelar banyak kegiatan berkualitas.

Perwakilan ADAI, Dr. Arfan Ikhsan juga menyampaikan: “ADAI memiliki program reguler yang disebut program tur akademik internasional. Kunjungan ke UEF kali ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan dengan anggota dari seluruh provinsi dan kota di Indonesia. Salah satu bentuk kegiatannya adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara universitas di Indonesia dan UEF. Sebagai seorang pendidik yang berkontribusi kepada masyarakat, kami juga menyelenggarakan kegiatan untuk melayani komunitas internasional dengan topik Pelatihan Kewirausahaan dan Akuntansi bagi Pengusaha untuk meningkatkan motivasi memulai bisnis, membantu dunia. Generasi muda memunculkan ide bisnis, merancang rencana bisnis sebagai serta menginstruksikan pengusaha bagaimana menyiapkan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Semoga acara ini dapat menyumbangkan wawasan, perkembangan ekonomi dan strategi akuntansi kepada masyarakat.”

Usai acara penandatanganan, Eva Kurniati Situmorang – Kepala Departemen Kebudayaan – Pendidikan – Masyarakat, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City juga mengucapkan selamat kepada UEF, ADAI dan Universitas yang tergabung dalam asosiasi.

Pada saat yang sama, ia menekankan bahwa tonggak sejarah ini merupakan landasan penting untuk membantu para pihak menciptakan banyak manfaat dan program berkualitas bagi mahasiswa.

Usai penandatanganan, Fakultas Keuangan dan Akuntansi mengadakan pertemuan untuk membahas kegiatan fakultas, serta orientasi kerjasama fakultas dan sekolah di ADAI. Isu tentang pertukaran pelajar, co-teaching, kerjasama khusus, kunjungan lapangan, dan lain-lain menjadi perbincangan hangat.

Pada sore yang sama, kelompok mitra melakukan kegiatan bersama UEF Community Connection Center dan observasi kelas khusus Fakultas Keuangan dan Akuntansi.

Dari kiri (Dekan FEB UM Bengkulu Furqonti Ranidiah, MM – Kepala Departemen Kebudayaan, Pendidikan Masyarakat, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City – Eva Kurniati Situmorang, dan Kaprodi Magister Manajemen FEB UM Bengkulu – Dr. Meilaty Finthariasari, M.M.)

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bengkulu – Furqonti Ranidiah, M.M. saat diwawancarai menyampaikan pentingnya program internasionalisasi sebagai upaya sekaligus pertanggung jawaban kampus khususnya FEB UM Bengkulu dalam memberikan jaminan mutu pendidikan kepada masyarakat. “harapan kami dari keikutsertaan FEB UM Bengkulu dalam program ini, adalah peningkatan kualitas layanan pendidikan sehingga berdampak pada peningkatan mutu lulusan yang kompoten di bidangnya, terlatih, terampil, dan berwawasan global sehingga siap untuk bersaing di dunia kerja yang sangat kompetitif seperti saat ini.”

Kegiatan yang berlangsung 11 Januari 2024 itu dihadiri Eva Kurniati Situmorang – Konsul Kebudayaan – Pendidikan – Masyarakat, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City; Dr. Arfan Ikhsan – ketua ADAI dan perwakilan 44 universitas dari Indonesia.

Hadir sebagai tamu Associate Professor, PhD. Phan Thi Hong Xuan – Presiden Asosiasi Persahabatan Vietnam – Asia Tenggara di Kota Ho Chi Minh. Perwakilan UEF termasuk Mr. Do Quoc Anh – Wakil Ketua Dewan Universitas; Dr. Do Huu Nguyen Loc – Wakil Presiden, Direktur Institut Internasional; Dr. Ngo Minh Hai – Wakil Kepala Sekolah; Dr. Ha Thi Thuy – Kepala Fakultas Keuangan dan Akuntansi; Dr. Tang My Sang – Wakil Dekan Fakultas Keuangan dan Akuntansi; MSc. Nguyen Thanh Lam – Wakil Dekan Fakultas Keuangan dan Akuntansi dan perwakilan unit.

SUMBER : www.waspada.id