Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu menyiapkan Program Pembelajaran Takhasus Mahasiswa sebagai upaya memperkuat kompetensi keislaman, karakter, dan kesiapan mahasiswa dalam berkontribusi di tengah masyarakat.

Program ini dirancang dalam empat bidang utama, yaitu Tahfidz Al-Qur’an, Bahasa Arab, Dakwah/Da’i, dan Pendidikan Agama Islam. Kegiatan pembelajaran takhasus tersebut akan dilaksanakan selama satu tahun akademik atau dua semester pada Tahun Akademik 2025/2026.

Program Pembelajaran Takhasus Mahasiswa disusun sebagai bentuk penguatan pembinaan mahasiswa di luar kurikulum reguler. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kedalaman bacaan dan hafalan Al-Qur’an, kemampuan berbahasa Arab, keterampilan berdakwah, serta pemahaman Pendidikan Agama Islam yang kuat.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Dedy Novriadi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa program takhasus ini merupakan bagian dari komitmen FAI UMB dalam membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara spiritual dan moral.

“Fakultas Agama Islam UMB terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, akhlak, dan kompetensi keislaman mahasiswa. Melalui Program Pembelajaran Takhasus ini, kami ingin menyiapkan mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, memahami Bahasa Arab, mampu berdakwah, serta memiliki wawasan Pendidikan Agama Islam yang baik,” ujar Dr. Dedy Novriadi.

Ia menambahkan, program ini menjadi salah satu langkah strategis FAI UMB dalam memperkuat identitas keislaman perguruan tinggi Muhammadiyah serta menyiapkan lulusan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan siap menjadi teladan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Program Takhasus, Dr. Lety Febriana, M.Pd.I., menjelaskan bahwa program ini dirancang secara sistematis, terstruktur, dan terukur. Setiap bidang memiliki capaian pembelajaran, materi pokok, metode, serta sistem evaluasi yang disusun untuk memantau perkembangan mahasiswa secara berkala.

“Program Takhasus ini disusun dengan pendekatan pembelajaran yang terarah. Mahasiswa akan mengikuti proses pembelajaran melalui halaqah, tatap muka, praktik langsung, diskusi interaktif, setoran hafalan, praktik muhadarah atau khitobah, serta evaluasi berkala. Dengan pola ini, perkembangan mahasiswa dapat dipantau secara bertahap selama satu tahun akademik,” jelas Dr. Lety Febriana.

Pada bidang Tahfidz Al-Qur’an, mahasiswa akan dibimbing untuk memperbaiki bacaan melalui tahsin, memperkuat pemahaman tajwid, melakukan setoran hafalan, serta murajaah secara rutin. Target capaian bidang ini adalah mahasiswa mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan menghafal minimal dua juz baru selama satu tahun.

Pada bidang Bahasa Arab, mahasiswa akan mempelajari dasar-dasar nahwu dan sharf, penguasaan mufradat, percakapan sederhana atau muhadatsah, serta kemampuan membaca dan menerjemahkan teks Arab sederhana yang berkaitan dengan keislaman.

Bidang Dakwah/Da’i difokuskan pada penguatan keterampilan public speaking, penyusunan materi ceramah, retorika dakwah, praktik muhadarah, khitobah, serta kemampuan menyampaikan pesan keislaman secara santun, efektif, dan kontekstual. Mahasiswa ditargetkan mampu menyusun dan menyampaikan ceramah secara mandiri.

Adapun bidang Pendidikan Agama Islam diarahkan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap akidah, fikih ibadah dan muamalah, akhlak, sejarah peradaban Islam, serta isu-isu keislaman kontemporer seperti toleransi dan moderasi beragama.

Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa aktif yang terdaftar pada program studi terkait dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran selama satu tahun akademik secara disiplin. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di luar jam perkuliahan reguler agar tidak mengganggu aktivitas akademik mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan akan dilakukan secara rutin setiap pekan melalui halaqah tahfidz, kelas Bahasa Arab, kajian Pendidikan Agama Islam, praktik dakwah, murajaah, evaluasi mingguan, dan pembinaan karakter.

Sistem penilaian program mencakup kehadiran dan keaktifan, tugas serta praktik harian, ujian tengah program, dan ujian akhir program. Perkembangan mahasiswa akan dicatat dalam buku pantau atau rapor takhasus yang memuat capaian hafalan, kemampuan Bahasa Arab, praktik dakwah, dan pemahaman Pendidikan Agama Islam.

Dr. Lety Febriana berharap program ini dapat menjadi wadah pembinaan intensif bagi mahasiswa FAI UMB dalam mengembangkan potensi keagamaan dan keterampilan dakwah.

“Harapannya, mahasiswa yang mengikuti program ini mampu berkembang secara utuh. Mereka tidak hanya memahami ilmu agama secara teoritis, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, menyampaikannya kepada masyarakat, dan menjadi bagian dari kader dakwah yang mencerahkan,” ungkapnya. Melalui Program Pembelajaran Takhasus Mahasiswa ini, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pembinaan mahasiswa. Program ini diharapkan menjadi ikhtiar nyata dalam melahirkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik, keilmuan Islam, keterampilan dakwah, dan akhlak mulia.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?