Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) selalu berupaya meningkatkan kualitas dan peringkat jurnal ilmiah, salah satu aktivitas nyata yang dilakukan guna mencapai hal tersebut, UMB selenggarakan Workshop Peningkatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Terakreditasi. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, para dekan, wakil dekan, serta pengelola jurnal selingkup Universitas.
Workshop berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis UMB dalam memperkuat tata kelola jurnal ilmiah yang profesional dan berdaya saing.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si, menegaskan komitmen UMB untuk terus meningkatkan mutu dan peringkat jurnal ilmiah sebagai konsekuensi atas capaian akreditasi unggul yang telah diraih universitas. “Upaya peningkatan kualitas dan peringkat jurnal akan terus kami lakukan. Hal ini menjadi tuntutan sekaligus tanggung jawab akademik setelah UMB berhasil meraih akreditasi unggul,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor memaparkan capaian jurnal ilmiah UMB saat ini. Ia menyebutkan bahwa UMB telah memiliki 30 jurnal, dengan rincian 2 jurnal terakreditasi Sinta 3, 7 jurnal Sinta 4, 7 jurnal Sinta 5, dan 4 jurnal Sinta 6. Selain itu, 2 jurnal sedang dalam proses akreditasi, serta 8 jurnal dalam tahap pengajuan, sehingga total 20 jurnal telah terakreditasi secara nasional.
“Ini adalah capaian yang patut kita syukuri, namun juga menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ke peringkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Parmin, M.Pd, yang memberikan penguatan terkait urgensi peningkatan kualitas dan peringkat jurnal ilmiah di perguruan tinggi. Dalam paparannya, Prof. Parmin menegaskan bahwa peningkatan mutu jurnal merupakan sebuah keniscayaan. “Peringkat dan kualitas jurnal ilmiah saat ini menjadi salah satu tolok ukur utama dalam penilaian dan pemeringkatan perguruan tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan jurnal harus dilakukan secara profesional, konsisten, dan berorientasi pada mutu,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen editor dan pengelola jurnal dalam menjaga kualitas artikel, ketepatan waktu penerbitan, serta kepatuhan terhadap standar akreditasi nasional dan internasional. “Jurnal yang dikelola dengan baik tidak hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga menjadi media strategis dalam pengembangan keilmuan dan publikasi riset dosen,” tambahnya.
Melalui workshop ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu berharap para pengelola jurnal memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang strategi peningkatan tata kelola jurnal, sehingga mampu mendorong jurnal-jurnal UMB naik peringkat dan berkontribusi signifikan terhadap reputasi akademik universitas.


