Kantor Balai Bahasa Bengkulu dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggelar Temu BIPA bertema “Peluang Industri Ke‑BIPA‑an bagi Generasi Muda” di Aula HD Kampus 4 sebagai bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini merupakan implementasi (IA) dari MoU UMB dan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi, antara lain UMB, UNIB, UIN, UNIVED, dan Unihaz.

Dalam sambutannya, Rektor UMB menyampaikan kebanggaan atas hadirnya lima mahasiswa asing yang tengah menempuh studi di UMB. Tahun ini, minat calon mahasiswa internasional ke UMB dilaporkan menembus lebih dari 1.000an pendaftar. UMB menegaskan seleksi penerimaan akan diperketat guna mendapatkan mahasiswa asing terbaik untuk program studi delapan semester.

Prof. Arono, M.Pd selaku narasumber utama menekankan bahwa mengajar Bahasa Indonesia berarti juga mengajar budaya Indonesia. Menurutnya, pengajar BIPA harus memiliki pemahaman mendalam tentang budaya Indonesia agar nilai‑nilai budaya dapat tersampaikan secara efektif kepada penutur asing.

Sementara Dr. Hasmi Suyuthie, M.Pd menyatakan bahwa BIPA merupakan program strategis untuk : 1. Memperkenalkan budaya dan masyarakat Indonesia ke kancah internasional, 2. Mensosialisasikan serta menginternasionalkan Bahasa Indonesia; dan 3. Membekali pemelajar asing dengan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Suasana kebangsaan menguat melalui rangkaian penampilan mahasiswa internasional UMB. Maawiya Adhan Abdi asal Kenya membacakan kalam ilahi (tilawah) yang kemudian diperkaya sari tilawah oleh Ahda Hameeyae asal Thailand. Sulemana Fuseina dari Ghana memimpin pembacaan Sumpah Pemuda, sementara Flomo Remember Sirmanlee asal Liberia tampil menyampaikan pidato berbahasa Indonesia. Kelima mahasiswa asing tersebut juga menyanyikan lagu “Tanah Airku”, menutup sesi kebangsaan dengan khidmat.

Kegiatan terselenggara berkat kolaborasi internal UM Bengkulu melalui UPT Pusat Bahasa, Program Studi Bahasa Indonesia, serta Program Studi Bahasa Inggris.

Dengan agenda yang merangkum refleksi kebangsaan dan peta peluang industri BIPA, Temu BIPA UMB 2025 menegaskan posisi Bengkulu khususnya UM Bengkulu sebagai ruang bertemu para pemangku kepentingan BIPA untuk membina pengajar, memperkuat jejaring, dan membuka jalan karier generasi muda di ranah pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?