Minat mahasiswa untuk mengambil jurusan keguruan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Kondisi ini menjadi perhatian berbagai kalangan akademisi, mengingat peran guru sangat krusial dalam mencetak generasi penerus bangsa. Persepsi tentang tantangan profesi guru, kesejahteraan, hingga tuntutan kerja yang tinggi kerap disebut sebagai faktor yang memengaruhi pilihan calon mahasiswa.

Meski demikian, profesi guru diyakini tidak akan tergerus oleh perkembangan zaman. Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, peran guru tetap tidak tergantikan, terutama dalam membentuk karakter, nilai moral, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga pendidik yang membimbing dan menginspirasi.

Profesi guru juga dinilai membutuhkan panggilan jiwa dan keterampilan khusus. Menjadi guru tidak hanya soal penguasaan ilmu, tetapi juga kesabaran, empati, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Dengan bekal tersebut, guru dapat menjadi “pahlawan” bagi keberlangsungan bangsa di masa depan melalui kontribusinya dalam dunia pendidikan.

Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Dr. Tomi Hidayat, M.Pd., mengatakan bahwa tantangan ini harus dijawab dengan meningkatkan kualitas pendidikan calon guru serta memperkuat citra positif profesi keguruan. “Menjadi guru adalah profesi mulia yang membutuhkan dedikasi dan kompetensi. Guru berperan penting dalam menentukan arah masa depan bangsa, sehingga profesi ini harus terus diperkuat dan dihargai,” ujarnya

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?