Pelajaran Matematika kerap dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi sebagian siswa. Ragam rumus dan tingkat kesulitannya sering membuat pelajar merasa jenuh, bahkan menghindari pelajaran tersebut. Menyadari kondisi pembelajaran matematika yang masih dianggap monoton, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HIMAPTIKA) kembali menggelar Marathon Matematika ke-17 dan Aku Bisa ke-14 tingkat SD hingga SMA sederajat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Ahmad Dahlan, Kampus 4 UM Bengkulu pada Sabtu, 7 Februari 2026 disambut antusias oleh pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Ajang tahunan tersebut menjadi wadah kompetisi sekaligus sarana menumbuhkan minat dan kecintaan pelajar terhadap matematika melalui perlombaan yang edukatif dan menantang.
Ketua Panitia, Shinta Febrianti, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Marathon Matematika tahun ini menunjukkan konsistensi kegiatan sekaligus peningkatan partisipasi peserta.
“Untuk tahun ini, penyelenggaraan Marathon Matematika telah memasuki gelaran ke-17 dan Aku Bisa ke-14,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Rahmat Jumri, M.Pd, menyampaikan rasa bangga atas meningkatnya jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, antusias peserta Marathon Matematika terus meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu tercatat 205 peserta dan tahun ini meningkat menjadi sekitar 300 peserta,” jelasnya.
Menurut Rahmat, peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa kecintaan pelajar terhadap matematika terus tumbuh sekaligus mematahkan stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang membosankan. “Matematika itu menarik dan asik jika kita memahami rumusan dasarnya. Mau matematika yang asik dan menarik, gabunglah bersama kami di Program Studi Pendidikan Matematika UMB,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMB, Drs. Surohim, M.Si. Ia menilai HIMAPTIKA dan Prodi Pendidikan Matematika sebagai salah satu program studi yang konsisten melaksanakan agenda akademik dan kemahasiswaan tahunan.
“Marathon Matematika ini diikuti pelajar se-Provinsi Bengkulu. Ke depan, semoga jumlah peserta dan sebarannya semakin luas hingga merambah provinsi sekitar,” ungkapnya.
Surohim berharap kegiatan ini terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun level kompetisi. “Perlombaan seperti ini perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan kecintaan pelajar terhadap matematika, bahkan ke depan bisa diselenggarakan pada tingkat nasional,” harapnya.
Pada ajang Aku Bisa (SD), para pemenang adalah:
Juara I diraih SD IT IQRA 2 atas nama Raisa Latifah Qonita, Juara II SDN 01 Kota Bengkulu atas nama Aqeela Zhafira Salsabila, dan Juara III MIN 2 Kota Bengkulu atas nama Kenzie Mandala Alfajar, yang juga meraih Juara I kategori eksperimen.
Sementara itu, Marathon Matematika Tingkat SMP dimenangkan oleh SMP IT IQRA Kota Bengkulu atas nama Dzaky Nayunra Naufal yang sekaligus memperoleh Piala Bergilir Dekan FKIP. Juara II diraih SMPN 01 Kota Bengkulu atas nama Jeby Venanthee Aritonang, dan Juara III SMP IT IQRA Kota Bengkulu atas nama Muhammad Rayhan Aditya Pratama S.
Untuk Tingkat SMA, Juara I diraih SMAN 6 Kota Bengkulu atas nama Raeesa Akhta yang memperoleh Piala Bergilir Rektor, Juara II SMA IT IQRA Kota Bengkulu atas nama Naufal Daffa Althaf, dan Juara III SMA IT IQRA Kota Bengkulu atas nama Marvelia Tri Nurkhalisah.
Melalui kegiatan ini, UM Bengkulu terus berkomitmen mendukung pengembangan prestasi akademik sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap matematika sebagai fondasi ilmu pengetahuan dan teknologi.


