Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Bengkulu (FEB UMB), Meiffa Herfianti menjalani Ujian Disertasi Terbuka Program Studi Doktor Manajemen yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (FEB UNIB) pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Aula FEB UNIB dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme akademik.
Pada kesempatan tersebut, Meiffa mempresentasikan disertasi berjudul “Dampak Job Stress pada Burnout: Interaksi Keadilan Organisasi dengan Model JD-R pada Perawat Rumah Sakit di Bengkulu.” Riset ini menyoroti isu penting di sektor kesehatan, khususnya bagaimana tekanan kerja dan kondisi organisasi memengaruhi kesejahteraan perawat serta kualitas layanan kesehatan.

Profesi perawat dikenal memiliki tingkat tekanan kerja tinggi karena kompleksitas tugas, beban kerja berat, serta tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Kondisi tersebut dapat memicu stres kerja (job stress) dan berujung pada kejenuhan kerja (burnout) yang berdampak pada kinerja dan mutu pelayanan.
Penelitian Meiffa mengkaji hubungan job demands (tuntutan kerja), job resources (sumber daya kerja), organizational justice (keadilan organisasi), job stress, dan burnout pada perawat. Secara khusus, penelitian menganalisis pengaruh langsung job demands dan job resources terhadap job stress dan burnout, menguji pengaruh job stress terhadap burnout, serta menguji peran mediasi job stress dan moderasi organizational justice dalam model hubungan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif untuk menguji hubungan antarvariabel secara empiris. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada perawat sebagai responden, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan sebelum analisis utama untuk memastikan kualitas data.
Penelitian ini menegaskan bahwa dinamika kerja perawat dipengaruhi kuat oleh interaksi antara tuntutan kerja, sumber daya kerja, dan keadilan organisasi.
Pertama, job demands terbukti memiliki kaitan erat dengan aspek gangguan kesehatan: peningkatan tuntutan pekerjaan berkontribusi signifikan pada peningkatan job stress dan burnout. Beban kerja yang melampaui kapasitas adaptasi perawat memicu ketegangan mental dan kelelahan emosional.
Sebaliknya, job resources dan organizational justice teridentifikasi sebagai faktor pelindung yang krusial. Ketersediaan sumber daya kerja yang memadai serta persepsi keadilan organisasi yang tinggi mampu menurunkan stres kerja secara signifikan dan memitigasi risiko burnout pada perawat.
Selain itu, penelitian juga menyoroti peran strategis job stress sebagai mediator partially-complementary. Stres kerja bukan hanya akibat beban kerja, tetapi juga jalur yang memperkuat hubungan antara tuntutan pekerjaan dan burnout. Dalam konteks sumber daya, job stress bekerja sinergis dengan job resources untuk menciptakan perlindungan ganda bagi perawat.
Di sisi lain, organizational justice memainkan peran moderasi yang unik: keadilan organisasi mampu memperkuat resiliensi perawat dalam menghadapi tuntutan tinggi agar tidak cepat mengalami burnout, sementara ketidakadilan dapat menghambat efektivitas sumber daya pekerjaan dalam menekan kejenuhan kerja.
Usai ujian disertasi terbuka, Meiffa Herfianti menegaskan bahwa riset ini diarahkan untuk memberikan manfaat praktis bagi sektor kesehatan sekaligus memperkaya kajian manajemen sumber daya manusia.
“Profesi perawat memiliki tekanan kerja yang tinggi karena kompleksitas tugas dan tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Temuan saya menunjukkan bahwa ketika tuntutan kerja meningkat tanpa dukungan sumber daya dan iklim organisasi yang adil, stres kerja akan terakumulasi dan bermuara pada burnout,” ujar Meiffa.
Meiffa menambahkan, strategi organisasi harus dibangun secara terpadu. “Solusinya tidak bisa parsial. Institusi kesehatan perlu menyeimbangkan pengendalian beban kerja, penguatan sumber daya pekerjaan, dan memastikan keadilan organisasi berjalan nyata. Keadilan yang dirasakan perawat terbukti memperkuat ketahanan mereka menghadapi tekanan,” lanjutnya.

Sebagai dosen FEB UMB, Meiffa juga menekankan komitmennya untuk membawa temuan akademik ke ranah praktik dan pembelajaran. “Bagi saya, capaian akademik ini adalah bagian dari tanggung jawab keilmuan. Di FEB UMB, saya ingin memperkuat tradisi riset yang relevan dengan kebutuhan daerah dan berdampak langsung bagi tata kelola organisasi, termasuk organisasi layanan kesehatan,” tutup Meiffa.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si, menyampaikan apresiasi atas capaian Meiffa Herfianti yang dinilai memperkuat reputasi akademik UMB, khususnya FEB, melalui riset yang menjawab persoalan nyata.
“Kami bangga atas capaian Ibu Meiffa Herfianti sebagai dosen FEB UMB yang terus meningkatkan kualifikasi akademik dan menghadirkan riset yang relevan. Disertasi ini memperlihatkan kontribusi nyata ilmu manajemen bukan hanya untuk pengembangan teori, tetapi juga untuk kebijakan dan praktik pengelolaan SDM di sektor kesehatan,” ujar Dr. Susiyanto, M.Si.
Rektor menegaskan bahwa UMB berkomitmen memperkuat ekosistem riset dan publikasi dosen sebagai bagian dari penguatan mutu perguruan tinggi. “UMB mendorong dosen untuk menghasilkan karya ilmiah yang berdampak, sekaligus membangun branding institusi melalui prestasi akademik. Capaian ini adalah representasi FEB UMB yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada solusi bagi masyarakat Bengkulu,” tambahnya.
Ia berharap hasil penelitian dapat menjadi rujukan berbagai pemangku kepentingan. “Kami berharap hasil riset ini dapat menjadi masukan bagi rumah sakit, pemerintah daerah, dan pemangku kebijakan kesehatan dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan adil bagi tenaga keperawatan, sehingga kualitas layanan kepada masyarakat semakin meningkat,” pungkas Rektor.
Ujian Disertasi Terbuka dipimpin oleh Prof. Lizar Alfansi, S.E., M.B.A., Ph.D selaku Ketua Promotor, dengan Slamet Widodo, S.E., M.S., Ph.D (Co. Promotor 1), dan Dr. Fahrudin Js Pareke, S.E., M.Si (Co. Promotor 2). Adapun penguji lainnya Dr. Rina Suthia Hayu, S.E., M.M (Penguji Kehormatan), Prof. Rina Wijayanti, S.E., M.M., Ph.D (Penguji Eksternal), serta Prof. Dr. Muhartini Salim, S.E., M.M (Penguji 1), Berto Usman, S.E., M.Sc., Ph.D (Penguji 2), Dr. Baihaqi, S.E., M.Si., Ak., CA (Penguji 3).


