Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) turut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Pengelola Asrama Mahasiswa (ASLAMA) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Solo, Jawa Tengah, pada 29-31 Januari 2026. Dalam kegiatan tersebut, UMB mengutus Direktur Pesantren Mahasiswa (PESMA) beserta jajaran pimpinan untuk mengikuti rangkaian agenda forum nasional pengelola asrama mahasiswa PTMA se-Indonesia.

MUNAS ASLAMA PTMA ke-5 ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional yang mengusung tema “Penguatan Peran dan Fungsi Asrama Mahasiswa/Ma’had dalam Pendidikan Karakter Mahasiswa di PTMA”. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran asrama sebagai pusat pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta kaderisasi Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi, dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. selaku Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Samsudin, S.Ag., M.Pd. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan Dr. Ghoffar Ismail, S.Ag., M.A. dari Tim Pengembang Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Dalam sidang pleno MUNAS, Muamaroh, M.Hum., Ph.D. dari PESMA Internasional K.H. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terpilih sebagai Ketua Umum ASLAMA Periode 2026–2028, melanjutkan kepemimpinan Ketua Umum sebelumnya, Dr. Wawan Kusnawan, S.S., M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Muamaroh menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah merupakan amanah pengabdian yang dilandasi nilai keikhlasan dan tanggung jawab kolektif, bukan ruang untuk ambisi pribadi. Ia menekankan bahwa dalam tradisi persyarikatan tidak dikenal budaya meminta jabatan, melainkan siap menerima amanah demi kemajuan umat dan institusi. Lebih lanjut, Muamaroh menyampaikan bahwa keberadaan asrama di PTMA memegang peran strategis dan harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus, tidak hanya sebagai fasilitas hunian, tetapi sebagai pusat pembinaan karakter dan pengkaderan Muhammadiyah yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menekankan pentingnya soliditas seluruh pengurus, kejelasan positioning asrama dalam sistem pendidikan PTMA, serta penyusunan program kerja yang terarah dengan target capaian yang terukur dan berdampak langsung bagi pembinaan mahasiswa.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum menegaskan bahwa asrama mahasiswa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya dalam menjaga ketahanan ideologi dan pembentukan perilaku mahasiswa. Menurutnya, menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan amanah perjuangan yang menuntut dedikasi penuh, siang dan malam. Di tengah maraknya pengaruh negatif globalisasi, degradasi moral, serta penyimpangan perilaku generasi muda, keberadaan asrama harus mampu menjadi energi positif yang membentuk karakter mahasiswa berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan. Lebih lanjut, ia mendorong pengelola asrama di lingkungan PTMA untuk terus berinovasi melalui sistem pembinaan yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan. Konsep pengelolaan asrama yang better, faster, cheaper diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara optimal, sementara karakter asrama yang unique, different, and champion menjadi identitas unggulan yang membedakan asrama PTMA sebagai pusat pembinaan mahasiswa berprestasi, berakhlak mulia, dan siap menjadi kader persyarikatan di masa depan.

Sementara itu Rektor UMB Dr. H. Susiyanto, M.Si. ditemui di ruang kerja menyampaikan bahwa keikutsertaan UMB dalam MUNAS ASLAMA PTMA 2026 merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung penguatan sistem pembinaan mahasiswa melalui asrama.

“Partisipasi aktif UMB dalam MUNAS ASLAMA PTMA menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan PESMA sebagai sarana pembentukan karakter Islami dan kader Muhammadiyah. Kami berharap berbagai keputusan dan rekomendasi MUNAS dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan PESMA UMB,” jelasnya.

Melalui forum nasional ini, diharapkan sinergi antar pengelola asrama PTMA semakin kuat dalam mewujudkan asrama sebagai pusat pembinaan karakter unggul, religius, serta berkemajuan sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

Rangkaian kegiatan MUNAS ASLAMA PTMA ke-5 juga ditandai dengan launching buku berjudul “Panduan Pengelolaan Asrama Mahasiswa Berbasis Pendidikan Karakter Berkemajuan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA)”. Buku ini disusun sebagai referensi strategis bagi pengelola asrama di lingkungan PTMA dalam mengimplementasikan sistem pembinaan mahasiswa yang terintegrasi, berorientasi pada penguatan karakter Islami, nilai-nilai kemuhammadiyahan, serta pengembangan mahasiswa yang unggul dan berkemajuan. Kehadiran buku panduan ini diharapkan mampu menjadi pedoman praktis dalam meningkatkan mutu pengelolaan asrama sekaligus memperkuat peran asrama sebagai pusat kaderisasi dan pembentukan kepribadian mahasiswa.

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?