Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (FORDEK FISIP PTMA) resmi menetapkan pengurus baru periode 2025–2027 melalui forum kongres yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (23/11)
Dalam hasil kongres tersebut, Prof. Dr. Evi Satispi, M.Si., Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, terpilih sebagai Ketua Umum FORDEK FISIP PTMA. Sementara itu, Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dipercaya menduduki posisi Ketua I. Jabatan Sekretaris diamanahkan kepada Dr. Poppy Febriana, M.Med.Kom, Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), dan Dr. Juliana, M.Si., Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu, sebagai Bendahara.
Ketua Umum terpilih, Prof. Dr. Evi Satispi, M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh anggota FORDEK FISIP PTMA. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan melalui sinergi dan kolaborasi antarfakultas.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. FORDEK FISIP PTMA adalah rumah besar yang harus kita bangun bersama. Kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing FISIP PTMA adalah sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama,” ujar Prof. Evi.
Lebih lanjut, Prof. Evi mengajak seluruh dekan FISIP PTMA untuk memperkuat kerja sama strategis, baik dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi maupun dalam mendorong internasionalisasi institusi.
“Ke depan, saya berharap FORDEK FISIP PTMA dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas global FISIP PTMA, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Muhammadiyah sebagai landasan utama,” tambahnya.
Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nurhadi, S.Sos., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran strategis FORDEK FISIP PTMA dalam menguatkan misi kebangsaan sekaligus memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“FORDEK FISIP PTMA harus menjadi garda depan dalam merespons isu-isu kebangsaan dan global. Internasionalisasi perlu terus didorong, namun tetap berpijak pada konteks keindonesiaan dan nilai-nilai Muhammadiyah,” tegas Nurhadi.
Ia juga mendorong agar forum dekan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik, riset kolaboratif, dan kontribusi sosial.
“Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sangat mengapresiasi peran FORDEK FISIP PTMA. Kami berharap kepengurusan baru ini mampu memperkuat sinergi antar PTMA dan menghadirkan inovasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya pengurus baru periode 2025–2027, FORDEK FISIP PTMA diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran strategisnya sebagai wadah koordinasi, kolaborasi, dan penguatan kualitas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik PTMA di tingkat nasional maupun internasional.


