Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu melalui Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang diwakili Rektor Dr. Susiyanto, M.Si. Penandatanganan berlangsung di Balai Raya Semarak, Kota Bengkulu, dan menandai langkah strategis penguatan kolaborasi pemerintah dan kampus dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
MoU mencakup kemitraan dalam Pembangunan Daerah serta Pengembangan Catur Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta Al-Islam Kemuhammadiyahan.
Kesepakatan bersama ini berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak. Rektor UM Bengkulu menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut.
“UM Bengkulu menyambut baik MoU ini. Kami berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu dapat memperkuat mutu pendidikan melalui Catur Dharma, memperkaya ekosistem riset yang relevan dengan kebutuhan daerah, serta menghadirkan program pengabdian yang nyata dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.
Dr. Susiyanto menambahkan, kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lintas fakultas dan perangkat daerah, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan daerah. Melalui MoU ini, Pemprov Bengkulu dan UM Bengkulu akan menyusun rencana kerja (action plan) tahunan yang terukur, termasuk indikator kinerja untuk memastikan implementasi berjalan efektif. Kedua pihak juga mendorong pelibatan aktif dosen, mahasiswa, OPD, dunia usaha, serta komunitas masyarakat agar hasil kolaborasi tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penandatanganan di Balai Raya Semarak tersebut menjadi momentum penguatan peran perguruan tinggi sebagai knowledge partner pemerintah daerah, sekaligus komitmen bersama mendorong Bengkulu Maju dan Berdaya Saing melalui pendidikan, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat.


