Muhammad Parli, putra kelahiran Bengkulu, 4 Juni 2002, resmi dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (FKIP-UM Bengkulu). Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris ini menutup studi dengan IPK 3,93, sekaligus menegaskan mottonya: “Intelligence without attitude is nothing.”

Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Parli dikenal konsisten, rendah hati, dan tekun. Predikat yang diraihnya ia sebut bukan garis akhir, melainkan gerbang tanggung jawab baru.

“Saya menyadari bahwa predikat ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dengan penuh rasa syukur, saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas rahmat dan kekuatan-Nya, kepada kedua orang tua atas doa dan cinta tanpa batas, serta kepada Universitas Muhammadiyah Bengkulu, khususnya Bapak Rektor Dr. Susianto, M.Si., atas bimbingan dan dukungan yang tiada henti,” ujar Parli.

Ia mempersembahkan capaian ini untuk keluarga, dosen, sahabat, dan seluruh civitas akademika UMB.

“Terima kasih telah menuntun, menantang, dan mempercayai saya untuk terus melangkah lebih jauh. Semoga pencapaian ini menjadi langkah kecil menuju pengabdian yang lebih besar, dan semoga kami, para wisudawan hari ini, dapat senantiasa membawa nama baik almamater dengan ilmu, integritas, dan akhlak yang mulia,” tambahnya.

Parli menitipkan harapan agar ekosistem akademik di Prodi dan Fakultas terus memberi ruang tumbuh bagi mahasiswa. “Semoga selalu mendukung dan memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa untuk dapat mengembangkan diri, berkarya, berkompetisi, dan berprestasi baik di dalam dan luar kampus.” tegasnya.

Untuk UM Bengkulu “Semoga dengan predikat unggul yang telah diraih, UMB bisa terus berkembang dan mencetak lulusan yang unggul pula, yang mampu bersaing dengan dunia luar dan mengharumkan nama universitas.” Pinta Parli

Ditanya metode belajarnya, Parli menyebut Keberhasilan akademiknya bertumpu pada metode belajar yang ia pegang teguh: aktif dengan pemahaman, bukan hafalan. Prosesnya dilakukan terstruktur namun fleksibel, sedikit demi sedikit tapi konsisten, disertai rasa ingin tahu yang tinggi, refleksi terhadap cara berpikir, serta kemampuan menghubungkan pengetahuan antarbidang. Pendekatan ini membuat materi tidak sekadar dikuasai, tetapi juga relevan diterapkan.

Dengan fondasi akademik yang kuat dan karakter yang menekankan etika, Parli berharap dapat terus berkontribusi bagi masyarakat, sekaligus mengharumkan nama almamater. “Predikat ini adalah amanah,” tutupnya, “dan saya siap menjaganya dengan kerja nyata.”

Bagikan
Kirim Pesan
Hai Kak!
Kamu sudah terhubung dengan admin Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UM Bengkulu). Ada yang bisa kami bantu?