ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI SAWI PAHIT (Brassica juncea L.) DI DESA SUMBER URIP KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG

ABSTRACT

This study aims to determine how much income a bitter mustard (Brassica juncea L) obtained by the farmers in the village of District Resource Urip Selupu Rejang Lebong Rejang district and to identify factors that can affect faktorapa farm production bitter mustard (Brassica juncea) in the village of Sources Urip District Selupu Rejang Lebong Rejang district. The average production of mustard bitter either sold or are consumed is 4052.33 kg per farm and the revenues received from the sale of bitter cabbage farmer and consumed is Rp 4,041,666.67 per farm. The net income derived from farming peasants in the village of bitter mustard Urip Resources District Selupu Rejang Lebong Rejang district average of USD 2,351,055.56 per usahatani.Secara together land variable (X1), labor (X2), seed (X3), manure (X4) and pesticide drusban (X5) significantly affect the output (Y) mustard bitter Selupu sub Desa Rejang Sources Urip Rejang district Lebong.Secara partial variable labor (X2) significant effect on production (Y) , variable seed (X3) and pesticide drusban (X5) significantly affect production (Y). while land variable (X1) and manure (X4) has no significant effect on production (Y) mustard bitter sub Desa Resources Urip Selupu Rejang Rejang Lebong District.

Keywords: Income, Factors of Production, bitter mustard

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui berapa besar pendapatan sawi pahit (Brassica juncea L) yang diperoleh oleh petani di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten  Rejang Lebong dan untuk mengetahui faktor-faktorapa saja yang dapat mempengaruhi produksi usahatani sawi pahit (Brassica juncea) di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu  Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Rata-rata produksi sawi pahit baik yang dijual maupun yang dikonsumsikan adalah 4.052,33 Kg per usahatani dan penerimaan yang diperoleh petani sawi pahit dari penjualan maupun yang dikonsumsi adalah sebesar Rp 4.041.666,67  per usahatani. Pendapatan bersih yang diperoleh petani dari usahatani sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong rata-rata Rp 2.351.055,56  per usahatani.Secara bersama-sama variabel luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), benih (X3), pupuk kandang (X4) dan pestisida drusban (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi (Y) sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.Secara parsial variabel tenaga kerja (X2) berpengaruh sangat nyata terhadap produksi (Y), variabel benih (X3) dan pestisida drusban (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi (Y).Sedangkan variabel luas lahan (X1) dan pupuk kandang (X4) berpengaruh tidak nyata terhadap produksi (Y) sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.

Kata Kunci : Pendapatan, Faktor-faktor Produksi, Sawi Pahit

PENDAHULUAN

Sektor pertanian di Indonesia memegang peranan penting dari keseluruhan jenis perekonomian nasional.Hal ini terjadi karena Indonesia mempunyai struktur sistem perekonomian agraris, dimana sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian.Salah satu sub sektor pertanian yang tidak kalah pentingnya dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu sektor tanaman pangan dan hortikultura, diantaranya tanaman sayur-sayuran seperti sawi pahit.

Di Kabupaten Rejang Lebong komoditi holtikultura khususnya sayur-sayuran mempunyai potensi dan peluang yang cukup besar mengingat kondisi dari agroklimat yang sangat mendukung.Salah satu komoditi sayuran yang banyak diusahakan oleh petani di Kabupaten Rejang Lebong adalah sawi pahit (Brassica juncea L.) yang telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan tingkat perekonomian para petani.Dalam Tabel 1 berikut ditunjukkan luas tanam, luas panen, produksi dan rata-rata perkembangan sayuran di Kabupaten Rejang Lebong.

Tabel 1.    Perkembangan Luas Tanam, Luas Panen, Produksi dan Rata-rata Sayuran Tahun 2005-2010 di Kabupaten Rejang Lebong

No. Tahun Luas Tanam

(Ha)

Luas Panen

(Ha)

Produksi

(Kw)

Rata-Rata Hasil

(Kw/Ha)

1 2005 35.674 28.480 3.510.273 2.292,5
2 2006 35.674 41.047 5.683.540 138
3 2007 21.571 24.206 4.871.428 138
4 2008 28.370 35.513 4.793.911 152
5 2009 18.934 17.897 2.758.251 154,27
6 2010 19.721 23.461 3.226.918 137,54

Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong, 2010

Berdasarkan pada Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa dalam waktu 6 tahun (2005-2010) produksi sayuran di Kabupaten Rejang Lebong yang paling tinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu jumlah produksinya sebanyak 5.683.540 kwintal dari luas panen41.047 Ha, dengan rata-rata produksi 138 Kw/ Ha. Sedangkan produksi terkecil terjadi pada tahun 2009 yaitu 2.758.251 Kw dengan luas panen 17.897 Ha dengan produksi rata-rata 154,72 Kw / Ha. Naik turunnya luas tanam, luas panen, produksi sayuran di Kabupaten Rejang Lebong ini diakibatkan karena fluktuasi harga, gangguan hama dan penyakit, perubahan iklim yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong yang selalu berubah-ubah, dan juga kebanyakan petaninyaberalih ke usaha lain.Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah :Berapa besar pendapatan usahatani sawi pahit (Brassica juncea L.) yang diperoleh oleh petani di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong?Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani sawi pahit (Brassica juncea L.) di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui berapa besar pendapatan sawi pahit (Brassica juncea L) yang diperoleh oleh petani di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten  Rejang Lebong dan untuk mengetahui faktor-faktorapa saja yang dapat mempengaruhi produksi usahatani sawi pahit (Brassica juncea) di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu  Rejang Kabupaten Rejang Lebong

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan April – Juni 2011, di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Penentuan lokasi ditetapkan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Sumber Urip merupakan salah satu Desa Sentral Produksi Sawi Pahit (BrassicajunceaL.) yang berada di Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong

Responden dalam penelitian adalah petani yang mengusahakan usahatani sawi pahit di daerah Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan metode sensus yaitu, mengambil semua populasi petani sawi pahit (Brassica juncea L.) untuk dijadikan responden.Jumlah populasi petani sawi pahit (Brassica juncea L.) di daerah penelitian adalah 33 orang.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung dan wawancara secara langsung terhadap responden yang mengusahakan usahatani sawi pahit dengan cara menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan terlebih dahulu, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur yang berupa buku-buku, jurnal penelitian, majalah dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Analisis pendapatan adalah penerimaan dikurangi dengan semua biaya yang dikeluarkan dalam produksi, untuk menghitung tingkat pendapatan usahatani sawi pahit (Brassica juncea L.) digunakan persamaan sebagai berikut :

Pd       =          TR – TC

TR      =          Py . Y

TC      =          FC + VC

Dimana :

Pd        =          Pendapatan usahatani (Rp / Ut)

TR       =          Total penerimaan (Total Revenue) (Rp / Ut)

TC       =          Total biaya (Total Cost) (Rp / Ut)

Y         =          Produksi yang diperoleh dalam suatu usaha (Kg)

Py        =          Harga Y (Rp / Ut)

PC       =          Biaya tetap (Rp / Ut)

VC      =          Biaya variabel (Rp / Ut)

Analisis Cobb Douglass adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel dependen, yang dijelaskan (Y), dan yang lain disebut variabel independen yang menjelaskan (X). penyelesaian hubungan antara Y dan X yaitu dengan cara regresi, yaitu variasi Y akan dipengaruhi variasi X. secara matematik fungsi Cobb Douglas dapat ditulis :

Y = a X1b1 X2b2X3b3 X4b4 eu

Untuk menafsirkan parameter-parameter  tersebut ditransportasikan ke dalam bentuk linier berganda (multiple linear), kemudian dianalisis dengan metode kuadrat kecil (MTK) atau Ordinary Least square (OLS), maka diubah Ln sebagai berikut :  (Soekartawi : 1990)

Ln = Ln Bo +B1LnX1+B2LnX2+B3LnX3+B4LnX4+B5LnX5+e

Dimana :

Y        =             Produk sawi pahit (Brassica junceaL.) (Kg)

Ln Bo =             Intercep

X1 =             Luas Lahan (Ha)

X2 =             Tenaga Kerja (HKSP)

X3 =             Benih (Kg)

X4 =             Pupuk (Kg)

X5 =             Pestisida Drusban (Liter)

e         =             Standar eror

B1, B2, B3, B4,   =        Parameter yang digunakan

Uji F dapat dirumuskan sebagai berikut :

Dimana :

R2 =          Koefesien determinasi

k          =          Jumlah variabel  yang diamati

n          =          Jumlah sampel responden

Kriteria uji sebagai berikut :

-          Jika FHitung≤ FTabel, maka terima H0 dan tolak H1, artinya faktor-faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk dan pestisida drusban secara bersama-sama berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah produksi petani sawi pahit (Brassicajuncea L.)

-          Jika FHitung ≥ FTabel, maka tolak H0 dan terima H1, artinya faktor-faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk dan pestisida drusban secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi petani sawi pahit (Brassica junceaL.)

Menurut Gujarati (1997) dalam Harun Rasid (2005), untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel  independen terhadap variabel dependen, maka diperlukan pengujian hipotesa dengan menggunakan Uji-T (T-test) satu arah, dengan rumus sebagai berikut :

Dimana :

b 1       =          Parameter dugaan

S b 1    =          Standar error (kesalahan baku koefisien b1)

Kriteria Uji-T adalah sebagai berikut :

-          Jika THitung≤ TTabel, maka terima H0 dan tolak H1, dan ini berarti faktor dugaan ke-1 berpengaruh tidak nyata terhadap produksi petani sawi pahit (Brassica juncea L.)

-          Jika THitung≥ TTabel, maka ditolak H0 dan terima H1, dan ini berarti faktor dugaan ke-1 berpengaruh nyata terhadap produksi petani sawi pahit (Brassica juncea L.)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pendapatan Usahatani Sawi pahit

Pendapatan petani sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong diperoleh dari selisih antara total penerimaan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan selama proses produksi yang dihitung dalam rupiah per satu musim tanam. Pendapatan usahatani sawi pahitdi Desa Sumber Urip dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5.      Rata-rata Pendapatan Tunai, Diperhitungkan Usahatani Sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong

No Uraian Nilai (Rp)
Per Usahatani
1

 

 

 

2

 

 

 

3

Penerimaan

Tunai

Diperhitungkan

Total Penerimaan (TR)

Pengeluaran

Tunai

Diperhitungkan

Total Pengeluaran (TC)

Pendapatan (TR-TC)

 

3.933.250,00

108.416,67

4.041.666,67

 

1.163.208,33

527.402,78

1.690.611,11

2.351.055,56

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2011

Tabel 5menunjukkan bahwa pendapatan bersih yang diperoleh petani dari usahatani sawi pahit di Desa Sumber UripKecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong rata-rataRp 2.351.055,56per usahatani.

Faktor- faktor yang Mempengaruhi Produksi Sawi Pahit

Berdasarkan hipotesa bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong diduga adalah luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk kandang dan pestisida drusban. Hasil analisis data melalui analisis fungsi Cobb-Douglas yang telah diubah ke bentuk Ln dengan menggunakan program pengolahan data komputer SPSS (Statistical Product and Service Solution) dengan uji statistik regresi linier berganda diperoleh persamaan sebagai berikut :

Y = 6,425 –0,877 X1 + 0,362 X2+0,477 X3 + 0,209 X4+0,458 X5 + e

Untuk mempermudah pembahasan yang akan dilakukan, model fungsi produksi Cobb-douglas tersebut disajikan dalam Tabel 6.

Tabel 6.      Nilai Koefisien Regresi, Salah Baku, tHitung dan tTabel dari Masing-masing Faktor-faktor Produksi Usahatani Sawi Pahit

No Variabel Koefesien Regresi (bi) Salah Baku (Sb) tHitung tTabel

0,10

 

1

2

3

4

5

Intercept

Luas Lahan

Tenaga Kerja

Benih

Pupuk Kandang

Pestisida Drusban

6,425

-0,877

0,362

0,477

0.209

0,458

 

-0,895

0,297

0,511

0,278

0.948

 

-0,744ns

1,999**

1,685*

0,231ns

1,826*

1,415
Jumlah bi      0,63

F hitung        20.664

R20,945

       

Keterangan :

ns           =        Berpengaruh tidak nyata

*            =        Berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 90% (α : 0,10)

**           =        Berpengaruh sangat nyata pada taraf kepercayaan 95%  (α : 0,05)

Sumber : Data Primer setelah Diolah, 2011

Uji F menjelaskan hubungan antara produksi dan faktor-faktor produksi secara bersama-sama, diperoleh Fhitung adalah 20.664 dan Ftabel sebesar 4,12 pada taraf kepercayaan 95% (α : 0,05). Artinya faktor-faktor produksi (luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk kandang dan pestisida drusban) secara bersama-sama berpengaruh sangat nyata terhadap produksi sawi pahit karena Fhitunglebih besar dari Ftabel.

Menurut Soekartawi dalam Sarpintono (2010), jika suatu model mempunyai Fhitung yang sangat nyata dengan R2 yang tinggi, tetapi tidak satupun koefisien regresinya yang berpengaruh nyata pada uji taraf tertentu, maka model tersebut berhubungan erat dengan masalah multikolinearitas. Selanjutnya Firdaus dalam Sarpintono (2010) menjelaskan bahwa apabila koefisien regresi dari variabel X tidak dapat ditentukan dengan standar error-nya tak terhingga (infinite) maka terjadi multikolinearitas sempurna dan bila diperoleh nilai R2 yang tinggi tetapi tidak ada atau sedikit sekali koefisien regresi yang signifikan, maka pada model regresi terjadi multikolinearitas kurang sempurna. Karena dalam model mempunyai tiga koefisien regresi berpengaruh nyata (significant) pada α : 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa multikulinearitas yang terdapat dalam model fungsi Cobb-Douglas pada usahatani sawi pahit dapat diabaikan. Dengan demikian berarti model yang digunakan dalam penelitian ini sudah tepat untuk dijadikan model penduga.

Berdasarkan Tabel 6diketahui pengaruh dari masing-masing faktor produksi terhadap produksi sawi pahit. Pengaruh faktor-faktor produksi tersebut diuraikan sebagai berikut :

  1. Luas Lahan

Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa penggunaan luas lahan berpengaruh tidak nyata pada taraf kepercayaan 90% (α : 0,10). Karena thitung lebih kecil dari pada ttabel (-0,744 < 1,415).Berpengaruh tidak nyatanya luas lahan di duga karena penanaman sawi pahit di daerah penelitian terdiri dari lahan kering. Menurut Suratiyah (2006), peran tanah sebagai faktor produksi dipengaruhi oleh : letak lahan, intensifikasi dan kesuburan tanah.

  1. Tenaga Kerja

Hasil uji t menunjukkan bahwa tenaga kerja berpengaruh sangat nyata pada α : 0,05 karena thitung lebih besar dari ttabel (1,999 > 1,895) pada taraf kepercayaan 95%. Berpengaruh sangat nyatanya tenaga kerja terhadap produksi diduga karena tenaga kerja di daerah penelitian memiliki manajemen yang baik dalam pengelolaan usahataninya, pada kenyataannya di daerah penelitian adalah merupakan sentra produksi sawi pahit. Menurut Suratiyah dalam Sarpintono (2010), jumlah produksi suatu usahatani tergantung pada siapa pengelolanya, artinya manajemen melekat pada tenaga kerja dan dengan manajemen yang berbeda walaupun inputsama akan memperoleh hasil yang berbeda. Besaran elastisitas b2 (0,362) menunjukkan setiap penambahan 100% tenaga kerja pada satuan hari kerja setara pria (HKSP), akan diikuti kenaikan produksi sebesar 36,2%.

  1. Benih

Hasil uji t pada taraf kepercayaan 90% (α : 0,10) menunjukkan bahwa benih berpengaruh nyata, karena thitung lebih besar dari ttabel (1,685 > 1,415). Besaran elastisitas b3 (0,477) menunjukkan setiap penambahan 100% benih akan diikuti kenaikan produksi sebesar 47,7%.

  1. Pupuk Kandang

Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang berpengaruh tidak nyata pada taraf kepercayaan 90% (α : 0,10). Karena thitung lebih kecil dari pada ttabel (0,231< 1,415).Berpengaruh tidak nyatanya pupuk kandang di duga karena penggunaan pupuk kandang yang berlebihan atau pupuk yang digunakan terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan komposisi dan di duga pupuk yang digunakan tidak terlalu mempengaruhi unsur hara pada tanah.

  1. Pestisida

Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa penggunaan pestisida berpengaruh nyata pada taraf kepercayaan 90%(α : 0,10). Karena thitung lebih besar dari pada ttabel (1,826< 1,415).Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pestisida drusban berpengaruh nyata terhadap produksi sawi pahit. Besaran elastisitas b5 (0,458) menunjukkan setiap penambahan 100% pestisida drusban akan memberikan tambahan produksi sawi pahit sebesar 45,8%.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian terhadap petani yang mengelola usahatani sawi pahit di daerah penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Pendapatan yang diperoleh petani pada usahatani sawi pahit diDesa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebongadalah Rp 2.351.055,56.
  2. Secara bersama-sama variabel luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), benih (X3), pupuk kandang (X4) dan pestisida drusban (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi (Y) sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.
  3. Secara parsial variabel tenaga kerja (X2) berpengaruh sangat nyata terhadap produksi (Y), variabel benih (X3) dan pestisida drusban (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi (Y). Sedangkan variabel luas lahan (X1) dan pupuk kandang (X4) berpengaruh tidak nyata terhadap produksi (Y) sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong.

SARAN

Berdasarkan pengamatan dari penelitian, maka penulis menyarankan perlunya peningkatan kuantitas dan kualitas produksi sawi pahit di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Disamping itu perlu adanya perhatian dari pemerintah, dinas terkait dan lembaga keuangan untuk membantu baik peningkatan produksi dan penambahan luas lahan, maupun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil produksi seperti tenaga kerja, benih, pupuk dan pestisida yang dapat digunakan dalam meningkatkan hasil produksi sawi pahit.

DAFTAR PUSTAKA

Assauri. 1990. Manajemen Pemasaran. Jakarta. Rajawali Persada.

Dinas Pertanian. 2010. Perkembangan Luas Tanam, Luas Panen, dan Produksi Sawi Pahit (Brassica juncea L.). Kabupaten Rejang Lebong.

Effendi, S dan Singarimbun, M. 1982.Metode Penelitian Survey. Jakarta. LP3ES.

Mubyarto. 1983. Pengantar Ekonomi Pertanian Edisi Ketiga. Yogyakarta. LP3ES

. 1994. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta. LP3ES.

Nababan, Christofel D. 2009.Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung (Zea mays L.). Skripsi Universitas Sumatera Utara. Medan. Dipublikasikan.

Nazir, M. 1983. Metode Penelitian. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Rasyid, Harun. 2005. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Jagung (Zea mays L.). Skripsi STIPER. Lubuk Linggau. Tidak dipublikasikan

Sarpintono. 2009. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi Usahatani Jagung Gigi Kuda (Zea mays indentata) di Desa Bukit Barisan Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang. Skripsi STIPER. Rejang Lebong. Tidak dipublikasikan.

Oleh :

Yulius Budiman

( Dosen Agribisnis Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Rejang Lebong )

 

Jurnal Agribis Vol.  IV No. 1    Januari 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Soehardi dan Patong.1993. Biaya Produksi dan Penerimaan. Jakarta. Rajawali Persada

Soekartawi. 1985. Biaya Produksi. Jakarta. Rajawali Pers.

. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta. Rajawali Pers.

. 2006. Analisis Usahatani. Jakarta. Universitas Indonesia.

Sukirno. 1985. Ekonomi Pembangunan. Jakarta. LEPF UI

Suratiyah, Ken. 2006. Ilmu Usahatani. Jakarta. Penebar Swadaya.

 

 

Winardi.1998. Ilmu Ekonomi dan Aspek-aspek Metodologis. Jakarta. Rineka Cipta

 

This entry was posted in Jurnal. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>