Galeri Wisudawan Terbaik

Dhea Septeah Ningrum : IPK 3,93

Disiplin Waktu Kunci Keberhasilan

Tidak terbayang dan menyangka bisa mendapatkan nilai cum laude atau terbaik Universitas pada wisuda periode oktober 2021. Itulah yang dirasakan oleh Dhea Septeah Ningrum mahasiswa program studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) saat ia tahu kalau dirinya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari 838 peserta yang diwisuda.

Anak dari Azwis, S.Ag (ayah) Karyawan UMB  dan Lenza Heryana (Ibu) ibu rumah tangga ini mempunyai kiat disiplin waktu yaitu dengan tidak menumpuk-numpuk tugas dan selalu memanfaatkan waktu diluar jam kuliah untuk belajar mandiri membuat semua mata kuliah yang diampuh dapat berjalan baik dan mendapatkan nilai maksimal. “Metode belajar saya yaitu mengulang pelajaran di malam hari mencari materi tambahan menggunakan internet dan buku, pada saat ujian memaksimalkan jam belajar malam dan sebelum subuh” tuturnya.

Selain prestasi akademik dhea juga mempunyai prestasi non akademik yaitu pernah mendapatkan penghargaan sebagai Immawati terbaik 2017 dan mendapatkan beasiswa PPA. Walaupun mempunyai kesibukan kuliah dan aktivitas lainnya, dhea berpesan untuk tidak meninggalkan sholat serta memperbanyak do’a disetiap kesempatan beribadah karen hal itu merupakan senjatanya orang beriman. “Sesibuk apapun kita jangan lupa untuk selalu mengerjakan sholat dan memperbanyak do’a” katanya. (humas)

Endang Fitrianingsih IPK Tertinggi Pasca Biologi

Dapat Energi Positif Kuliah di Pasca UMB

Kesibukannya sebagai  seorang pendidik di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan ini tidak menghalanginya meraih prestasi akademik dengan IPK 3,95 atau cumlaude di Pasca Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) walaupun banyak pengorbanan yang harus dilakukan demi mendapatkan ilmu dan cita-citanya.

“Saya hanya berpikir ketika saya harus PP dari Linggau ke Bengkulu setiap Jum’at Sabtu kalo saya gak dapat apa apa rasanya rugi, ingat pengorbanan suami dan anak anak  serta orang tua yang harus banyak ditinggal ketika saya harus menempuh proses perkuliahan,” tuturnya.

Anak dari Sihutomo (ayah) dan  Pujiati (ibu) ini juga telah berumah tangga dengan suami bernama Muslim dan dikarunai 3 oang buah hati. Menurutnya UMB telah banyak memberikan energi positif dan motivasi baginya khususnya bagaimana menjadi seorang pendidik yang baik serta profesional. UMB baginya tidak hanya sebagai ruang dalam menuntut ilmu tapi juga menjadi rumah kedua yang mana ada kerinduan ketika tidak lagi menjadi seorang mahasiswa.

“Umb sudah saya anggap sebagai rumah sendiri, ada kenyamanan yang saya dapatkan ketika berkunjung ada kerinduan ketika lama tak berpijak.

 Sebelum saya mengambil pasca di umb , saya merasakan kehampaan ketika mengajari peserta didik saya di SMP, dan saya dapatkan energi positif dan motivasi kembali sebagai seorang guru ketika saya menempuh proses perkuliahan di pasca UMB,” tutupnya. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *