UM Bengkulu Borong Dua Juara dalam Kegiatan Bimtek Belmawa Dikti Tahun 2021

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Dirjen Dikti menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) di abad 21 untuk Mendukung Merdeka Belajar-kampus Merdeka bagi Perguruan Tinggi Non vokasi di LLDikti Wilayah II hari jumat (25/6).

Kapala LLDikti Wilayah II dalam sambutan dan arahannya Prof. Yuliansyah, Ph.D. mengatakan harapannya Perguruan Tinggi dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, lebih fleksibel dan memberikan ruang belajar kepada mahasiswa untuk berkembang seluas-luasnya.

Acara yang diselenggarakan secara daring ini langsung dibuka oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek Prof. Aris Junaidi, Ph.D. Acara ini dihadiri oleh 324 Peserta mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Pengelola Kurikulum, dan Ketua Program Studi dari 149 Perguruan Tinggi Non Vokasi di Wilayah LLDIKTI II.

Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP),Tim Pengelola Kurikulum dan Ketua Program Studi di lingkungan UM Bengkulu mengikuti acara BIMTEK yang dilaksanakan secara daring dengan antusias dari pukul 08.00 sampai 17.15 WIB.

Dalam kegiatan Bimtek ini membahas Rasionalisasi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) di abad 21 untuk Mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka oleh Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto, M.Rur.Sc dari Univeraitas Brawijaya.

Dalam paparannya, Hendrawan mengutip pendapat Alvin Toffler,
“Mereka yang disebut buta huruf (illiterete) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis namun mereka yang tidak bisa belajar (learn), menanggalkan pelajaran sebelumnya (unlearn) dan belajar kembali (relearn)”. Maka kita harus terbuka terhadap perubahan yang terjadi.

Materi selanjutnya Tahapan Penyusunan KPT sesuai KKNI dan SN-Dikti dengan Pendekatan Outcome Based Education (OBE) oleh Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si dari Univeraitas Negeri Semarang.

“Visi akademik harus menjadi perhatian penting dalam mendesain kurikulum. Apa yang membuat Prodi bapak dan Ibu unik dan unggul dibandingkan Prodi lainnya yang sejenis. MBKM ingin membawa pembelajaran ke dunia nyata” ujarnya

Selanjutnya, saat sesi siang Dr. Sri Kuning Kusumawardani, M.T dari UGM menyampaikan materi Strategi Implementasi MBKM dan Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih dari UGM menjelaskan tentang pembelajaran menggunakan Case Methode dan Team Based Project beserta penilaian dan evaluasinya.

Diakhir acara Panitia melakukan Post Test untuk melihat pemahaman peserta. Hasilnya UM Bengkulu memborong dua juara sekaligus. Juara 2 dimenangkan oleh Rio Saputra, M.Pd. dari LPMPP dan Juara 3 dimenangkan oleh Diana, M.Kom sebagai Ketua Prodi Teknik Informatika UM Bengkulu.

Yuk gabung di UM Bengkulu
http://pmb.umb.ac.id