KELUARGA SEBAGAI BENTENG EMPAT PILAR

Humas UMB – Ikatan Mahasiwa KIP Kuliah Universitas Muhammadiyah Bengkulu menyelenggarakan sosialisasi empat pilar kebangsaan bekerjasama dengan DPD RI. Pada hari Sabtu tanggal 7 November 2020 di Rumah Dakwah Aisyiyah Bengkulu. Acara dimulai pukul 09.00 sd 13.00 WIB. Bertindak sebagai narasumber Dra. Hj. Eni Khairani, M.Si Anggota DPD RI dan Ir. Usman Yasin, M.Si staf ahli DPD RI. Hadir dalam acara tersebut 150 orang mahasiswa.

Kasubag Kemahasiswaan UM Bengkulu Rasman, M.I.Kom, dalam sabutanya menyampaikan rasa terimaksihnya atas kesediaan DPD RI dalam melakukan Sosialisasi empat pilar di UM Bengkulu. Ini adalah bentuk pembinaan yang dilakukan oleh kampus terhadap mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah.

Dra. Hj. Eni Khairani, M.Si pada sesi penyampaian materi menyatakan bahwa penanaman empat pilar kebangsaan dimulai dari keluarga, karena dalam keluarga mengajarkan ilmu agama, ilmu pengetahuan, adab dan sopan santun. Itulah implementasi sederhana dari empat pilar kebangsaan. Keluarga adalah bagian dari Negara merupakan unsur terkecil dalam Negara. Apabila pada sebuah keluarga ditanamkan nilai nilai luhur maka hal tersebut merupakan implementasi dari pancasila.

Lingkungan pendidikan adalah unsur kedua dalam menanamkan nilai nilai empat pilar kebangsaan, disekolah baik sekolah dasar, sekolah menengah maupun perguruan tinggi kita diajarkan agama, budi pekerti, ilmu pengetahuan dan teknologi, itu semua adalah wujud pengamalan empat pilar kebangsaan. Lingkungan pendidikan mengajarkan teori teori tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, lembaga ini mengembleng pengetahuan dan mentalitas kita dalam menjadi jiwa yang paripurna dalam hal ilmu pengetahuan dan mentalitas, ujar Eni.

Eni Khairani menyatakan bahwa lingkungan masyarakat adalah unsur ketiga dalam menanamkan nilai nilai empat pilar, dimana didalam masyarakat kita diajarkan untuk saling menghormati, saling menghargai, gotong royong dan toleransi. Itulah implementasi nilai nilai empat pilar yang sesunguhnya. Dimasyarakat kita diuji sejauh mana pemahaman kita tentang empat pilar. Dimasyarakat pula kita membuktikan bahwa kita sejalan dan mengamalkan nilai nilai empat pilar kebangsaan.

Kecakapan kita dalam bermasyarakat akan dibuktikan ketika kita memasuki kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahwa diantara kita ada yang menjadi pejabat Negara, pejabat daerah, aparat sipil maupun aparat militer semua pekerjaan itu menuntut dan membuktikan bahwa kita setia terhadap NKRI, tambah Eni.

Ir Usman yasin menambahkan bahwa korupsi, kolusi, nepotisme, penebar kebencian adalah musuh utama dalam mengimplementasikan nilai nilai empat pilar. Siapa saja baik orang biasa maupun pejabat ketika melakukan hal hal diatas maka itu adalah sebuah tindakan yang merongrong nilai nilai pancasila dan akan meruntuhkan bangsa. Maka menjadi pribadi yang jujur, adil, bijaksana dan jiwa negarawan sangat penting dalam menjalani hidup dan kehidupan sebagai warga Negara Indonesia.

Mahasiswa adalah kaum terpelajar yang memiliki idealism yang sangat tinggi, mahasiswa adalah masyarat ilmiah yang cerdas dan memiliki kekuatan dalam mengontrol berjalanya roda bangsa Indonesia. Ditangan mahasiswalah Negara ini nanti akan diwariskan. Untuk itu mahasiswa harus mampu menjadi agen of change atau agen perubahan. Mahasiswa semestinya urusan pribadinya sudah selesai, artinya tidak lagi dipusingkan dengan urusan yang bersifat pribadi. Urusan mahsiswa adalah bagaiman memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat diakomodir oleh pemerintah. Untuk mewujudkan hal diatas tentunya tidaklah muda seorang mahasiswa harus dibekali dengan keimanan, akal dan fisik yang kuat, ujar Usman. (Crew-Humas).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *